Pendidikan

SMAN 12 Medan Bantu Siswa Kurang Mampu

MEDAN, metro24jam.news: SMA Negeri 12 Medan menegaskan tidak ada menahan ijasah salah satu bekas muridnya hanya karena belum membayar uang komite sekolah selama 3 tahun.

Hal ini disampaikan Kasek SMA Negeri 12 Medan Theresia Sinaga menanggapi tudingan telah menahan ijasah salah satu bekas muridnya Jhuan Ondescar Rajagukguk yang telah menamatkan pendidikannya di sekolah itu setahun lalu.

“Itu tidak benar. Sebab setelah pengumuman kelulusan siswa yang bersangkutan tidak pernah datang ke sekolah untuk mengambil ijazah. Bahkan untuk sidik jari pun tidak datang ke sekolah,”jelasnya, Kamis (16/5/24).

Theresia menyebutkan Jhuan adalah alumni SMA Negeri 12 Medan Tahun 2023 dan tergolong siswa dengan keluarga tidak mampu.

Menurutnya, selama sekolah di SMA Negeri 12 Medan siswa yang bersangkutan sering tidak hadir dan selalu mendapat pendampingan dan bimbingan dari guru, wali kelas dan guru BP di sekolah.

“Sekolah selalu berupaya agar Jhuan mendapatkan bantuan pemerintah berupa PIP. Dan selama 3 tahun di SMA Negeri 12 Medan selalu mendapatkan PIP setiap tahunnya,”tambah kasek.

Theresia juga menceritakan, untuk mengambil ijazah dari SMP Negeri 19 Medan – tempat sekolah asalnya, Jhuan baru mengambilnya setelah tahun ke III (kelas XII) di SMAN 12 dengan alasan tidak ada ongkos.

“Sehingga inisiatif dari salah seorang guru memberikan uang sebagai ongkos. Barulah ijazah SMP diambil Jhuan karena diperlukan untuk kelengkapan administrasi assesmen akhir tahun di SMA Negeri 12 Medan,”bilang Theresia.

Selasa (7/5/24) lalu, lanjut Theresia, pihak sekolah mendatangi rumah Jhuan diwakili PKS Kurikulum dan wali kelasnya dengan membawa SKHU dan ijazah. Dan menyerahkannya kepada Jhuan didampingi orang tuanya.

Selanjutnya Jhuan diminta datang ke sekolah untuk sidik jari dan meleges fotocopy yang dibutuhkan. Namun Jhuan tidak hadir. Sehingga pihak sekolah mendatangi rumahnya untuk melakukan sidik jari serta menstempel SKHU dan ijazah yang bersangkutan di rumahnya.

Jhuan kemudian dianjurkan memfoto copy ijazahnya dan datang ke sekolah untuk meleges tanpa dipungut biaya apapun.

Theresia menghimbau kepada siswa dan orang tua jika ada keluhan di sekolah langsung saja menjumpai pihak sekolah.(kembaren)

 

Related Articles

Back to top button