Hukum & Kriminal

Diduga Korban Penganiayaan Oknum Guru, Siswa SD Disarankan Istirahat 2 Hari

DELI SERDANG, metro24jam.news: Siswa kelas IV SDN 105346 Aras Kabu Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang, SA (9) yang diduga dianiaya oleh salah seorang guru sekolahnya ternyata disarankan beristirahat selama 2 hari setelah kejadian.

Hal ini diketahui berdasarkan surat keterangan dokter Klinik Pratama Hasanah Husada tempat SA berobat.

Dari hasil diagnosa dr Hairanty Sinaga, selaku dokter penanggungjawab pada klinik yang beralamat di Dusun Amal Desa Aras Kabu disebutkan SA dalam keadaan sakit. Sehingga membutuhkan istirahat selama 2 hari (tanggal 7-8 Mei 2024).

Dalam surat keterangan dokter Nomor 347/SKD/KP-HH/V/2024 tertanggal 7 Mei 2024 bahwa hasil diagnosanya SA menderita stomatitis (pembengkakan di mulut).

Orang tua SA membenarkan jika anaknya mereka bawa berobat ke klinik tersebut, Selasa (7/5/24) setelah kejadian dugaan pemukulan itu.

“Kita bawa berobat ke klinik Hasanah Husada yang lokasinya masih satu desa tapi lain dusun dengan rumah kita,”ujar orang tua SA, Minggu (12/5/24).

Diberitakan, SA mengalami trauma berat usai diduga dianiaya oleh salah seorang guru di sekolahnya SD Negeri 105346 Aras Kabu.

Kejadiannya, Sabtu (4/5/24) lalu. Berawal ketika itu SA terjatuh usai terpeleset di ruang kelas tempatnya belajar.

Kemudian temannya Aa dan Za menarik – narik celana SA diduga akan ditelanjangi. Sehingga SA tidak terima. Iapun kemudian berdiri lalu memukul Aa. Ternyata Aa menaruh dendam atas kejadian tersebut. Iapun lantas menunggu SA di belakang gedung sekolah saat jam istirahat.

Begitu bertemu dengan SA, perkelahian pun tidak terelakkan. Akhirnya hal tersebut terendus ke pihak sekolah. SA, Aa dan beberapa murid lainnya dikumpulkan di salah satu ruangan di sekolah tersebut oleh guru.

Kabarnya, salah seorang guru berinisial ERM yang merupakan orang tua Aa sempat menampar wajah SA. Oleh orang tuanya, SA kemudian dibawa berobat ke Klinik Pratama Hasana Husada. (kembaren)

Related Articles

Back to top button