Pasang Telinga

Forkopimcam Pematang Jaya Cek Goni Arang, Kapolsek Pangkalan Susu: Arang Bukan dari Kayu Bakau

LANGKAT, metro24jam.news: Beredar informasi bahwa di Dusun V Matang Panjang, Desa Serang Jaya, Kecamatan Pematang Jaya, Kabupaten Langkat, kayu bakau dioleh dengan cara dibakar menjadi arang.

Menindaklanjuti informasi itu, Kapolsek Pakalang Susu AKP Zul Iskandar Ginting, bersama dengan Forkopincam Pematang Jaya serta masyarakat melakukan pengecekan terhadap goni yang diduga berisi arang kayu di Dusun V Matang Panjang, Desa Serang Jaya, Kecamatan Pematang Jaya, Kabupaten Langkat.

Kamis (2/5) pagi, Kapolsek mengatakan, “Benar, kita bersama pihak Forkopincam Pematang Jaya dan masyarakat langsung melakukan tindak lanjutnya, dengan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.”

Hal itu dilakukan sebagai bukti keseriusan Polres Langkat dalam menindaklanjuti keresahan warga belakangan ini.

Menurut Kapolsek, setelah dilaksanakan pengecekan, tumpukan goni plastik tersebut memang berisi arang kayu, namun bukan jenis kayu bakau. Informasi dari masyarakat, sambung Kapolsek, arang yang ditemukan merupakan hasil dari kayu kampung seperti Halaban, Kandri, dan Jeluak.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut oleh Forkopincam Pematang Jaya dan masyarakat diketahui bahwa informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

“Goni plastik yang berisi arang kayu tersebut merupakan milik warga setempat dan bukan berasal dari kayu bakau seperti yang dituduhkan,” pungkas Kapolsek.

Terpisah, Kepala Desa Serang Jaya, M Amsah, membenarkan bahwa pemilik arang kayu tersebut adalah warga setempat yang menjadikan pembakaran kayu sebagai mata pencaharian.

M Amsah menghimbau agar masyarakat tidak membakar kayu bakau karena hal tersebut melanggar hukum dan dapat menyebabkan kerusakan ekosistem pesisir.

Hal yang sama dilakukan Kapolsek Pakalang Susu, Camat Pematang Jaya, Dian K Siregar, Mereka menghimbau kepada warga, khususnya di Desa Serang Jaya, untuk tidak melakukan kegiatan pemotongan kayu bakau dan pembakaran arang kayu bakau demi menjaga kelestarian hutan bakau dan mencegah abrasi pantai.

Dalam pengecekan tersebut turut serta Camat Pangkalan Susu Dian K Siregar, Kades Serang Jaya M. Amsah, Kanit Intelkam Aiptu Irwansyah Putra, Babinkamtibmas Aipda Suzenko Chairi, Brigadir Puput Suriono, Perangkat Desa Serang Jaya, dan beberapa warga Desa Serang Jaya.

Keberadaan mereka menggaris bawahi komitmen bersama untuk menjaga lingkungan dan keberlangsungan ekosistem pesisir, begitu juga dengan keberadaan dapur pembuatan arang di wilayah Kecamatan Berandan Barat.

Setelah dilakukan pengecekan oleh Kapolsek Pangkalan Berandan AKP Irwanta Sembiring, bersama kepala Lingkungan Lorong Suka Damai Kelu8 Pangkalan Batu, Khairul Azmi, dilapangan sudah tidak ada lagi memproduksi pembuatan arang dan sebagian dapur arang tersebut sudah dibongkar sama pemiliknya.

Berhentinya kegiatan pembuatan arang dari bahan kayu bakau tersebut setelah dilakukan penindakan oleh Dit Krimsus Polda Sumut pada tanggal 27 Juli 2023 dan kasusnya sudah dalam tahap II. (Wahyudie)

 

Related Articles

Back to top button