Hukum & Kriminal

Kasus Korupsi Eks Kepsek MAN Binjai Jauh dari Tuntutan JPU, Kejari:Kita Tempuh Banding

BINJAI, metro24jam.news: Pengadilan Negeri Medan menggelar persidangan Tindak Pidana Korupusi (Tipikor) terkait dugaan kasus korupsi yang menjerat bekas Kepala Sekolah (Kepsek) MAN Binjai, Kamis (18/04).

Persidangan Tipikor tersebut, digelar di ruang Cakra Pengadilan Tipikor, Jalan Pengadilan, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Kota yang dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Binjai Emil Bruner Nainggolan SH.

Kasus Eks Kepsek MAN Binjai itu, diketahui terkait dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) MAN Kota Binjai Tahun Anggaran 2020/2022 dan Penyalahgunaan Dana Komite MAN Kota Binjai Tahun Anggaran 2020 s/d 2022.

Persidangan dibuka oleh Hakim Ketua M Nazir SH MH dan dihadirkan 6 terdakwa didampingi Penasehat Hukum (PH) dengan agenda pembacaan putusan.

Keenam terdakwa yakni, EZP (Eks Kepsek MAN Binjai), NF (Eks Bendahara MAN Binjai), TR (selaku PPSPM), AS (penyedia dari CV Setia Abadi), NK (selaku sales PT Grafindo), SA (penyedia dari CV Azzam).

Dalam pembacaan putusan, EZP pidana penjara 2 tahun 6 bulan, NF pidana penjara 1 tahun, pidana denda Rp50 juta subsidiair 1 bulan, TR pidana penjara 1 tahun denda Rp50 juta subsidiair 1 bulan kurungan, NK pidana penjara 1 tahun denda 50 juta sub 1 bulan kurungan penjara, AS pidana penjara 1 tahun denda 50 juta sub 1 bulan kurungan penjara dan SA pidana penjara 1 tahun denda 50 juta sub 1 bulan kurungan penjara.

Atas hasil Putusan yang dibacakan, Kejaksaan Negeri Binjai melalui JPU yang menangani perkara ini akan melakukan banding terhadap putusan Pengadilan Tipikor yang menjatuhi terdakwa EZP pidana penjara 2 tahun 6 bulan.

“Kita akan menempuh banding, sebab putusan dianggap jauh dari tuntutan JPU,” tegas Kepala Kejaksaan Negeri Binjai Jufri Nasution melalui Kasi Intel Adre Wanda Ginting dalam keterangan pers, Jumat (19/04).

Lanjutnya, Adre menambahkan, dimana diperkirakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor berbeda pendapat dan pembuktian di dalam persidangan.

Pada kesempatan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Binjai menuntut EZP dituntut 4 Tahun kurungan penjara dengan denda sebesar Rp200 juta subsidair 3 bulan penjara dengan uang pengganti sebesar Rp.478.015.424 subsidair 1 Tahun 6 bulan penjara, NF, TR, AS, NK, serta SA masing-masing dituntut pidana penjara selama 1 Tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp50 juta subsidair 1 bulan penjara.(Solihin)

 

Related Articles

Back to top button