Hukum & Kriminal

Markus Malau dan Driver Sigantang Sira Saling Lapor ke Polres Tanah Karo

Saling Klaim Sebagai Korban Penganiayaan

KABANJAHE, metro24jam.news: Markus Malau (55) Apratur Sipil Negara (ASN) Pemkab Karo, dan seorang driver Sigantang Sira, saling membuat laporan pengaduan ke Polres Tanah Karo.

Sebelumnya, Rabu (17/4) driver Sigantang Sira yang melaporkan Markus Malau atas dugaan penganiayaan. Berselang, satu hari (Kamis 18/4) giliran Markus yang membuat pengaduan ke Polres Tanah Karo.

Markus Malau mengatakan, ia melapor atas kejadian yang ia alami sehingga. “Saya pun hari ini juga membuat pengaduan ke Polres Tanah Karo,” lanjutnya.

Markus menerangkan, pagi itu Rabu (17/4) sekitar pukul 07.10 Wib, ia berjalan kaki dari rumahnya hendak bekerja. Sesampainya di Jalan Ginting tepatnya Simpang Gang Pemda (Samping Kantor Bupati Karo), dia dan sekitar 7 orang siswa SMP hendak menyeberang jalan.

Lanjut Markus, saat akan melangkah tiba-tiba sebuah angkot Sigantang Sira berhenti di depannya. “Saya terkejut, spontan dan refleks menepuk dinding belakang mobil itu,” kata Markus.

Atas perbuatannya, sang driver berkata: “Kai kin e/Apaan ini”, ujare Markus mengutip ucapan si drever. Menurutnya, supir ini ga sopan dan tidak beretika saat mengemudikan kenderaan.
“Lalu tiba-tiba supir Sigantang Sira tersebut bergegas keluar dari mobilnya lalu mengejar dan menyerang saya pas di depan kedai Kopi David, dan terjadilah dorong mendorong dan pukul memukul hingga kami berdua terjatuh,” beber Markus.

Masih menurut Markus, supir itu dengan emosi lari menuju ke pintu depan mobil sebelah kiri dan saya melihat dia mengambil sebuah besi bulat panjang kira-kira 40 cm dari balik jok kursi kiri depan.

Lalu kembali mengejar dan menyerang saya dengan besi bulat tersebut. Saya sempat berpikir bahwa didalam besi bulat tersebut ada pisau yg bisa sewaktu dia keluarkan.

Melihat hal tersebut, saya berusaha lari dan menghindar tetapi supir ini terus mengejar saya. Saya berusaha mengelak beberapa ayunan tangan supir yg memegang besi bulat itu.

Kami sempat dilerai beberapa orang yang hendak keluar dari Gang Pemda itu termasuk bapa Sellin, warga Gang Pemda itu.

“Pun ada yang melerai supir itu terus menerus meronta-ronta ingin menyerang saya sambil mengeluarkan kata-kata ancaman dan kata-kata provokasi,” jelas Markus.

Dari tempat kejadian perkara (TKP) kira-kira 20 meter saya berjalan persis di depan ruko kios laundry supir ini terus mengejar saya.

Di sini, tiba-tiba datang pengendara sepeda motor marga Situmorang tinggal di Gang Pemda dan berusaha melerai kami sambil mengatakan, “Kejadian apa ini. Ini saya kenal ini (sambil menunjuk ke saya). Ini hela saya, saya menjelaskan kejadian yang terjadi namun supir ini tetap mengejar dan memarahi saya sambil mengeluarkan kata-kata ancaman dan provokatif.

“Sambil menghindar dan langsung pergi mengingat absensi finger print di kantor saya Dinas Pertanian. Lalu saya menyeberang dan naik angkot Persada Nusantara menuju kantor saya,”sebut Markus.

Setelah finger sekitar pukul 07.27 Wib saya sarapan bersama 4 org teman saya di Cafe Cemara kira 30 menit, lalu saya pulang ke rumah dan singgah di kedai kopi Gang Pemda.

Atas kejadian ini saya mengalami sakit dibagian dada (agak sesak), perut dan leher sebelah kanan. Ini saya rasakan sesampainya saya di rumah.

Gara gara itu saya juga membuat laporan pengaduan sesuai, nomor LP/B/128 IV/2024/
SPKT/PolresTanah Karo/Polda Sumatera Utara tanggal 18 April 2024. Mengetahui KA.SPKTResor Tanah Karo, Kanit II, Venetra S. Tarigan Aiptu.

Driver Sigantang Sira, Riwadra Tarigan, Kamis (18/4) mengatakan,”Saya sudah lapor ke Polres Tanah Karo, kita tunggu hasil lidik mereka siapa benar dan siapa yang salah dalam hal ini,” katanya. (Kornelius Depari)

 

Related Articles

Back to top button