Hukum & Kriminal

Kasat Reskrim Belum Beri Penjelasan Terkait Peredaran BBM Pertalite Diduga Oplosan Beredar di Kota Binjai

Ketua DPRD Binjai : Tolong Cek ke Lapangan Agar Tidak Menimbulkan Hal Negatif

BINJAI, metro24jam.news: Masyarakat Kota Binjai mulai resah dengan adanya penagkapan yang dilakukan Petugas Unit Tipidter Satreskrim Polres Binjai yang mengungkap kasus pemalsuan dan peniruan bahan bakar minyak jenis pertalite pada Minggu 15 Januari 2024. Seorang pelaku berinisial Az (36) warga Medan Belawan diamankan Polres Binjai saat menjual pertalite palsu.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi menjelaskan, pengungkapan Atas informasi dari masyarakat dan dilakukan penyelidikan oleh Polres Binjai. “Pelaku tertangkap tangan memperdagangkan minyak oplosan Tersangka Az, dijelaskan dia, ditangkap saat sedang menjual pertalite yang diduga palsu atau tertangkap tangan. Pelaku menjual pertalite diduga palsu itu dengan cara menawarkan kepada pedagang eceran dan dijualnya seharga Rp8 ribu. Harga jual di bawah pasaran itu membuat masyarakat tertarik.

Namun BBM tersebut sayangnya tidak dijelaskan sudah diedarkan di Kecamatan mana saja. Kasat Reskrim menjawab konfirmasi awak media, Selasa (23/1) mengatakan untuk kecamatan Binjai kota belum ditemukan adanya penjualan BBM diduga palsu tersebut.

“Aksi yang dilakukan pelaku untuk sementara dilakukan sendiri dan tidak memiliki jaringan. Memang penjualan sudah berulangkali terjadi. “Pelaku ditangkap di Desa Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Langkat. Aktivitas pelaku sudah berulang kali dan mendapat keuntungan hingga puluhan juta rupiah,” katanya.

Sementara itu, tersangka mengaku baru 15 hari melakoni pekerjaan tersebut. Ia juga mempraktikan cara membuat BBM pertalite diduga palsu. “Pertama ambil air isi ke tempat lalu campur dengan gincu berwarna hijau dan kemudian diaduk. Setelah itu, tambah minyak pertalite yang asli sedikit saja” kata Kasat Reskrim Polres Binjai.

Sementara pasal yang disangkakan dan barang bukti yang disita dari pelaku pasal 54 Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

“Barang bukti yang disita 10 jerigen berukuran 30 liter berisikan minyak pertalite diduga palsu, 1 corong, selang panjang dan 1 bungkus pewarna makanan,” tegas Kasat.

Kasat Reskrim Polres Binjai tidak menjelaskan apakah hasil produksi atau penjualan yang disita sudah sebagai barang bukti. Hal itu membuat masyarakat Binjai semakin resah. Karena tidak adanya penjelasan yang meyakinkan masyarakat bahwa hasil penjualan dari pelaku sudah seluruhnya dilakukan disita.

Salah seorang warga kecamatan Binjai Utara Andi (45) mengaku merasa resah karena tidak mendapat himbauan dari pihak berwajib apakah minyak BBM pertalite yang dijual pelaku tersebut sudah diamankan seluruhnya oleh Polres Binjai. ” Aku baru beli minyak eceran pertalite dan curiga juga karena kreta ku tersendat sendat usai beli minyak eceran. Seharunya ada himbauan ke masyarakat agar lebih waspada dalam pembelian minyak eceran” kata Andi.

Menyikapi hal ini, Ketua DPRD Kota Binjai H Noor Sri Syah Alam Putra ST mengapresiasi Polres Binjai yang telah berhasil menagkap pelaku pengoplosan minyak yang bercampur air dan ini merupakan restasi yang luar biasa. Kita minta ini diusut secara tuntas dan kalau bisa tolong dilakukan cek ke lapangan agar tidak menjadi keresahan masyarakat. ” Kepada masyarakat yang menemukan hal hal seperti ini tolong dilaporkan ke polres binjai. Tolong dicek kelapangan agar tidak menimbulkan hal negatif apalagi ini sedang memasuki tahapan pemilu. Kita minta polres lain juga untuk tanggap dalam kasus seperti ini karena pelaku seperti ini juga ada di daerah lain” kata Ketua DPRD Kota Binjai. (solihin)

 

Related Articles

Back to top button