Berdikari

Blak-blakan Ganjar Ungkap Kepala Daerah-Kades Diintimidasi Tak Pilih 03

SIDOARJO – Capres nomor urut 03 Ganjar Pranowo menghadiri kampanye akbar di GOR Delta Sidoarjo, Minggu (21/1). Dalam kesempatan itu, Ganjar mengungkapkan adanya intimidasi.

Intimidasi yang dimaksud Ganjar yakni kepada para kepala daerah hingga kepala desa agar tak memilih pasangan Ganjar-Mahfud Md dalam Pilpres 2024 mendatang.

Ganjar bahkan menyebut setiap kepala daerah dan kepala desa diintimidasi dengan ditelepon langsung. Ganjar menegaskan agar tak takut dan harus dilawan.

“Kami sudah mendapatkan info kades mulai ditelfoni, ‘apakah saudara takut?’. Kami juga sudah mendapat laporan para kepala daerah juga sudah ditelfoni. Jangan takut pilih 03. Lawan! Lawan! Lawan!,” ujar Ganjar saat menyampaikan orasi, Minggu (21/1/24).

Pihaknya juga menerima berbagai laporan intimidasi yang masuk ke dirinya. Suami Siti Atiqoh Supriyanti itu kemudian agar tak ragu dan takut melapor jika menerima berbagai intimidasi.

Dia menekankan pemilu kali ini harus digelar sesuai prinsip Luber Jurdil (Langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil). Ia juga yakin aparat penegak hukum dan kepala daerah sebenarnya bisa netral, namun tekanan yang ditanggung sangat berat.

“Jadi semua hari ini yang merasa terancam ditelfoni lapor kepada kami dan kami sudah mendapat laporan itu. Maka kita harus bikin harus sejurdil mungkin, seluber mungkin. Maka kita mengingatkan, saya haqqul yaqin TNI, Polri, Kejaksaan, Pemda, para Pj, kepala daerah, saya yakin mereka bisa netral karena risikonya terlalu berat,” tutur Ganjar.

Menurutnya, pihak yang menebar intimidasi pada Pilpres 2024 jelas-jelas kan mencederai demokrasi. Untuk itu, ia menegaskan lagi untuk melaporkan jika menerima ancaman atau intimidasi.

“Lalu kemudian ada yang menyebar intervensi dan itu akan mencederai demokrasi. Biarkanlah demokrasi makin tumbuh, makin baik dan makin fair. Tugas kita menjaga itu. Semua mereka yang terancam kita minta untuk lapor kepada kita dan kita akan klarifikasi semuanya,” tandas Ganjar. (sumber: detikom)

 

Related Articles

Back to top button