Peristiwa

FORDAM SUSUBA Demo Tagih Janji Pemasangan Portal kepada Bupati Labura

LABURA, metro24jam.news: Sejumlah warga tergabung dalam Forum Diskusi dan Advokasi Masyarakat Sukarame dan Sukarame Baru atau FORDAM SUSUBA unjuk rasa di Simpang Jalan Gajah, Lintas Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kamis(18/1).

Warga meminta Bupati Labura menepati janji dengan merealisasikan pemasangan portal serta larangan kendraan bermuatan yang melewati tonase melintas di Jalan Lintas Sukarame. Jalan ini tergolong jalan kabupaten kelas III.

Tagor Tampubolon selaku pimpinan aksi menyebut Bupati Labura, Hendriyanto Sitorus pembohong dan pengecut. “Bupati Labura itu pembohong. Dia Pengecut dan takut kepada pengusaha,” ujarnya.

Dijelaskan Tagor Tampubolon, aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk penagihan janji kepada Bupati Labura yang sudah berulangkali mengeluarkan surat pemasangan portal di Jalan kelas III khususnya di Jalan Lintas Sukarame.

“Berbagai macam surat sudah dikeluarkan bupati. Poster sudah jelas terpampang, spanduk himbaun juga ada, namun itu hanya omong kosong. Bupati Labura pengecut. Perangkat daerah terkhusus Dinas Perhubungan Labura mandul,” lanjutnya.

“Nota kesepakatan sudah ada, tanggal 15 Januari 2024 akan melakukan pemortalan, namun hingga kini, janji Bupati Labura tak kunjung terealisasi,” ujarnya.

Sempat Terjadi Kericuhan

Aksi yang dilakukan Forum Diskusi dan Advokasi Masyarakat Desa Sukarame dan Sukarame baru sempat ricuh.

Situasi yang tidak terkendali serta adanya tindakan yang tidak sepantasnya didapatkan dari pihak yang bertugas mengamankan membuat situasi sempat memanas.

Hal itu terlihat jelas dari video dan dokumentasi yang didapatkan wartawan saat pimpinan aksi mendapat tindakan represif serta adanya gerakan tangan yang mencekik serta menarik pimpinan aksi Tagor Tampubolon hingga terjadi dan terseret di aspal.

Akan hal tersebut, Tagor Tampubolon sangat menyayangkan sikap pihak Kepolisian dan Satpol PP yang seharusnya mengayomi masyarakat malah bertindak sebaliknya.

“Jelas ya. Kita kecewa. Pihak Kepolisian sangat represif dan apatis. Mereka seoalah membenturkan kami. Tindakan penganiayana seperti ini sangat disayangkan. Ini bentuk dari pembungkaman kepada kami agar masyarakat diam dan terus dibodohi oleh Pemkab Labura yang penakut dan omong kosong,” ujarnya.

“Meski jajaran dari Pemkab Labura hadir dan Kadishub Labura juga hadir namun tak memberi solusi. Kami akan tetap melanjutkan aksi hingga tuntutan kami terealisasi,” ujarnya. (maruli)

 

Related Articles

Back to top button