Buka Mata

Terkait Tanah Timbun di Jalan Kabanjahe-Tigapanah, Aslia Robianto Sembiring SH MH Beda Pendapat dengan Faudu Halawa SH

TANAH KARO, metro24jam.news – Ramida beru Karo Sekali (48) kecewa dengan ulah Penasehat Hukum Faudu Halawa SH. Pasalnya, ada truk menurunkan tanah timbun di depan tanahnya yang telah disewakannya kepada pemilik rumah makan Ranah Minang. Truk itu, menurunkan tanah pada Kamis (7/12) siang.

“Yang menyewa rumah makan itu menghubungi saya. Lalu, saya tanyakan kenapa tanah timbun ini diturunkan di depan rumah makan, jawap supir: saya disuruh oleh Faudu Halawa SH,” ujar Ramida.

“Karena yang mau masuk ke rumah makan terganggu, lalu tanah itu saya ratakan. Selanjutnya, saya meminta wartawan untuk mempertanyakan langsung kepada Faudu Halwa,” ujar penduduk Desa Tigapanah, Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo, itu.

Kata Ramida, tanah dan rumah itu sartifikatnya hingga saat ini atas namanya, sesuai sartifikat tanah Nomor No. 3380/2012. “Untuk jelasnya, konfirmasi penasehat Hukum saya Aslia Robianto SH.MH,” katanya di rumah makan Ranah Minang, Kamis (7/12/23) sore.

Aslia Robianto Sembiring yang dikonfirmasi metro24jam.news, melalui selulernya Senen (11/12) mengatakan, “Tanah timbun yang dituang di rumah depan makan Ranah Minang itu adalah perbuatan ilegal, “ tegasnya.

“Kalau pun ada putusan yang dipegang oleh penasehat hukum, kiranya mempedomani putusan itu supaya tidak cacat hukum,” katanya.

Sepengetahun Aslia Robianto Sembiring, dalam putusan itu, tidak ada tertuang untuk pengosongan lahan, pun ada, untuk eksekusi tanah itu ranahnya juru sita PN Kabanjahe, bukan peribadi.

Benar, antara pemilik rumah Ramida beru Karo Sekali dengan suaminya Pasta Ginting ada sengketa di Pengadilan Negeri Kabanjahe terkait pembagian harta bersama, tapi dalam putusan itu, sartifikat tanah masih an. Ramida beru Karo Sekali.

“Sebelum ada putusan dari Pengadilan Negeri Kabanjahe untuk pembatalan sartifikat, tanah tersebut tetap pemiliknya Ramida Beru Karo Sekali,” katanya. “Untuk jelasnya, tanyakan langsung kepada kepala kantor BPN,” pinta Robianto Sembiring, SH, MH.

Sementara Faudu Halawa SH, dikonfirmasi di kantornya jalan Veteran Kabanjahe, Sabtu (9/12), mengatakan, “Dasar saya menurunkan tanah timbun di Rumah Ranah Minang di Desa Tigapanah Kecamatan Tigapanah Kabupaten karo, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Kabanjahe bahwa pemilik tanah itu adalah Pasta Ginting suami dari Ramida Beru Karo Sekali,” katanya.

“Perlu diketahui bahwa tanah dan rumah makan itu telah saya sewa dari Pasta Ginting selama 5 tahun, kan wajar saya turunkan tanah timbun di depan rumah makan itu,” katanya.

“Pun sartifikat tanah masih atas nama Ramida beru Karo Sekali, tapi dalam putusan PN Kabanjahe tanah dan rumah itu sudah bagian dari Pasta Ginting sehingga saya mau menyewanya,” lanjutnya.

Kepala Kantor badan Pertanahan Negara (BPN) Kabanjahe, Rosalina Tamba, melalui Ita Seksi IV dikonfirmasi di kantornya, Senin (11/12), menjelaskan, “Selagi sartifikat masih dipegang pemiliknya itu masih sah,” katanya.

“Kalau pun ada putusan dari Pengadilan kita lihat apa dalam putusan itu sendiri. Untuk pembatalan sartifikat juga ada aturan yang harus dipenuhi untuk pembatalannya, hingga sekarang pembatalan sartifikat yag dimaksut belum ada,” beber Ita. (kornelius depari)

 

Related Articles

Back to top button