Pemilu

KPU Binjai Gelar Sosialisasi Pemilu Tahun 2024

BINJAI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai menggelar sosialisasi Pemilu tahun 2024 kepada Media massa di Kota Binjai, di MKA Kupie, Jalan Soekarno – Hatta, Kecamatan Binjai Timur, Sabtu (2/12).

Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua dan Komisioner KPU Binjai serta puluhan wartawan tersebut, juga menghadirkan seorang narasumber dari pakar politik, Dr. Faisal Andri Mahrawa S.Ip M.Si.

Ketua KPU Binjai Anton Indratno S.Ag, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta sosialisasi yang hadir dalam kegiatan tersebut. Dirinya juga mengatakan, sosialisasi yang dilaksanakan ini merupakan bagian dari tahapan Pemilu 2014.

“Kegiatan sosialisasi ini juga perlu kami sampaikan kepada lapisan masyarakat. Tujuannya agar pemilu 2024 dapat berjalan sukses dan pemilu dapat lebih baik dari yang sebelumnya,” ungkapnya.

Sebelum membuka kegiatan, Anton juga memberikan alasannya mengapa sosialisasi ini perlu menghadirkan media massa.

“Agar informasi ini dapat diterima oleh masyarakat. Karena media dapat memberikan informasi yang baik dan benar sehingga pemilu dapat terlaksana dengan baik,” beber Anton, seraya berharap agar materi yang dipaparkan nantinya oleh narasumber, dapat disampaikan kepada masyarakat.

Sementara itu, narasumber dalam kegiatan tersebut, Faisal Andri Mahrawa, dalam sosialisasi ini mengangkat tema “Demokrasi, Pemilu dan Peran Media”. Diakuinya, Pemilu yang dilakukan oleh penyelenggara (KPU & Bawaslu) bukan hanya untuk Pemerintah, namun untuk negara kita, Indonesia.

“Pemilu menurut saya adalah sesuatu yang mencerahkan sekaligus menambah semangat dan spirit. Sebab politik itu sesungguhnya dilakukan dengan riang gembira, akan tetapi bukan tanpa ide dan gagasan. Sebab pemilu harus dihadirkan dengan dinamis,” ujar Faisal, sembari menayangkan video Pemilu pertama kali, yaitu tahun 1955.

Tidak hanya itu, pria kelahiran 48 tahun lalu tersebut juga membeberkan alasan Pemilu harus dilakukan. “Menguatkan legitiminasi pranata politik, yaitu eksekutif, legislatif dan yudikatif, menjamin stabilitas peralihan kepemimpinan, memilih penguasa yang terbaik, serta menegakkan demokrasi,” tuturnya.

Sedangkan parameter kualitas Pemilu dikatakan Dosen Fisip USU ini yaitu, demokratis, infrastruktur politik, derajat keterwakilan optimal, menyeluruh dan tuntas, serta praktis.

“Ada 8 prinsip bagaimana pemilu dikatakan demokratis, yaitu periodic elections, genuire elections, free elections, fair elections, universal sutfrage, equal sutfrage, voting by secret, dan honest counting and reporting of result,” bebernya.

Tidak hanya itu, sambung Faisal, Pemilu juga merupakan elemen dari demokrasi. Untuk itu keberadaan partisipasi dari masyarakat merupakan instrumen yang menentukan derajat Pemilu demokratis. “Jadi yang dilakukan oleh KPU Binjai pada hari ini sudah tepat, yaitu menghadirkan pendidikan politik,” ujarnya.

Dihadapan para peserta, pria yang pernah menimba ilmu di Universitas Padjajaran Bandung ini juga membeberkan potensi kerawanan pada Pemilu 2024 mendatang, contohnya mobilisasi dan politisasi demokrasi yang dilakukan oleh oknum ASN, Kepala Desa, dan lain sebagainya.

“Sebab perangkat desa entitas atau dilarang untuk berpihak. Tidak hanya itu, netralitas TNI-Polri, serta penyelenggara pemilu, penyalahgunaan anggaran dan bansos melalui kementerian, penyalahgunaan tempat ibadah, fasilitas pendidikan dan pemerintahan, ekonomi politik media, intimidasi, kriminalisasi terhadap masyarakat sipil melalui UU ITE, politik uang, hoaks dan ujaran kebencian, serta perang tagar di Sosmed, juga merupakan potensi kerawanan,” tegasnya.

“Jadi dalam pemilu, media tidak harus netral, tapi objektif dan berdasarkan fakta. Literasi media inilah yang paling penting,” sambung Faisal Andri Mahrawa, sembari menegaskan, peran media dalam Pemilu sangatlah penting.

Sesi tanya jawab dari peserta kepada narasumber menjadi bagian akhir dalam kegiatan yang dimoderatori oleh Komisioner KPU Binjai, Arifin Saleh. (solihin)

 

Related Articles

Back to top button