Buka Mata

Relokasi Pedagang, Kades Angkat Tangan, Gedung Pekan Sei Apung Mubajir

LABURA, metro24jam.news- Sudarto Tamba, Kades Sei Apung, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, akhirnya mau juga menjawab pertanyaan wartawan terkait relokasi (pemindahan) pedagang dari tempat berjualan yang lama ke bangunan Pekan Sei Apung.

Kepada wartawan, Sudarto mengatakan angkat tangan terkait pemindahan pedagang tersebut. “Aku angkat tangan, saya pun sudah ditelpon camat, saya sudah katakan tidak mampu. Jika karena ini saya diskor Bupati Labura, saya sudah siap,” kata Sudarto kepada media ini, di kantornya Selasa (11/7).

Walau demikian, Sudarto Tamba mengaku siap mendampingi jika Pemkab Labura mengambil alih untuk relokasi pedagang tersebut. Namun sejauh ini, belum apakah Pemkab Labura akan mengambil alih relokasi pedagang tersebut.

Sebelumnya, Bupati Labura melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah sudah menyurati Camat Kualih Hilir. Dalam surat tertanggal 29 Mei 2023 itu, Kadis menyampaikan tentang tertundanya relokasi pedagang itu.

Camat Kualuh Hilir ketika dikonfirmasi soal surat tersebut mengatakan bahawa dirinya sudah meminta Kepala Desa Sei Apung, Sudarto Tamba untuk menindaklajutinya. “Sudah diteruskan dan sudah diminta kepada Pemerintah Desa Sei Apung untuk menindaklajuti,” kata camat kala itu.

Sesuai namanya, Pekan Sei Apung berada di Desa Sei Apung, Kecamatan Kualih Hilir, Kabupaten Labuhan Batu Utara (LABURA). Bangunan ini menghabiskan dana Rp1,3 miliar. Sayangnya, kini bangunan pekan tersebut telah selesai, tapi hingga kini masih kosong alias belum ditempati para pedagang.

Berdasarkan amatan metro24jam.news, kondisinya sangat memprihatinkan. Ditumbuhi rumput, dan catnya pun sudah mulai pudar. Jika tidak segera difungsikan, bagunan ini tambah rusak. Sejumlah warga, Kualuh Hilir mengatakan, jika tidak difungsikan, itu artinya sama saja dengan Pemkab Labura buang-buang duit. (ms/js)

 

Related Articles

Back to top button