Hukum & Kriminal

Keluarga Anggap Persidangan Kasus Pembunuhan Paino Tak Adil

LANGKAT, metro24jam.news- Kasus pembunuhan terhadap Paino mantan anggota DPRD Langkat masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Stabat, Kabupaten Langkat. Pihak keluarga almarhum Paino menganggap jalannya persidangan tidak adil.

“Jalannya persidangan ini tidak adil, hakim dan jaksa tidak menghadirkan terdakwa Sentosa alias Tosa Ginting saat menggelar sidang terhadap terdakwa Tato dan Syahdan,” ujar Kateni kakak kandung almarhum Paino, usai mengikuti sidang, Selasa (11/7).

Wanita berusia 70 tahun tersebut mengungkapkan, setiap terdakwa Tato dan Syahdan disidangkan, terdakwa Tosa Ginting dan beberapa terdakwa lainnya hanya dihadiri melalui zoom meeting (sidang online).” Ini ada apa,” tanya dia.

Sembari meneteskan air mata, Kateni juga mengungkapkan saksi-saksi yang dihadirkan jaksa menyampaikan keterangan yang berbelit-belit ketika ditanya majelis hakim di persidangan kasus pembunuhan terhadap Paino.

“Kami selaku pihak dari korban meminta agar presiden memberikan rasa keadilan karena dirasa jalannya persidangan oleh jaksa dan hakim di PN Stabat tidak memberikan rasa keadilan kepada adik ku Paino,” ujar warga Bukit Dinding, Kabupaten Langkat tersebut.

“Pak Paino telah meninggal karena ditembak oleh Tosa Ginting Cs. Oleh karena itu kami minta agar mereka juga dihukum mati sesuai dengan perbuatannya,” timpal Indah Sari salah seorang keponakan almarhum Paino.

Sebelumnya, terdakwa Sulhanda alias Tato dan Parsadanta Sembiring mengajukan pemeriksaan konfrontir terhadap saksi Sumartik alias Atik dan Rudi Sembiring.

Hal ini disampaikan melalui Kuasa Hukum kedua terdakwa, Irwansyah Putra Nasution SH MH dalam persidangan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Stabat dalam peristiwa pembunuhan Paino eks anggota DPRD Langkat.

Namun persidangan beragendakan mendengarkan saksi (konfrontir) tersebut gagal digelar, karena saksi tidak hadir, pihak penyidik dari Kepolisian resort Langkat dan personel Kepolisian Poldasu saja yang hadir sebagai saksi (Verbalisan).

Selain itu, Irwansyah yang biasa disapa Ibey juga mengungkapkan banyak sekali alasan jaksa untuk tidak menghadirkan para terdakwa di persidangan.

“Hakim sudah memerintahkan untuk menghadirkan para terdakwa, namun jaksa minta hakim membuat penetapan. Kan sudah jelas perintah hakim dipersidangan, perintah itu kan sah disampaikan di persidangan,” ujarnya.

Dalam peristiwa pembunuhan Paino, lima orang menjadi terdakwa dalam persidangan yakni Luhur Sentosa Ginting, Dedi Bangun, Sulhanda, Sahdan dan M Heriska Wantenero. (wahyudie)

 

Related Articles

Back to top button