Hukum & Kriminal

Sidang Pembunuhan Eks Anggota DPRD Langkat, JPU Hadirkan Saksi Verbalisan

LANGKAT, metro24jam.news- Sidang kasus pembunuhan mantan anggota DPRD Kabupaten Langkat Paino kembali digelar, dengan agenda pemeriksaan saksi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Langkat menghadirkan saksi verbalisan, Kanit Pidum Polres Langkat Ipda Herman F. Sinaga, beserta dua juper Bripka Dodi Arjuna dan Brigpol Agus Efendi dihadirkan dalam persidangan.

Persidangan dengan nomor perkara 286/Pid.B/2023/PN.Stb, atas terdakwa Luhur Sentosa Ginting alias Tosa berlangsung diruang sidang Prof Kusuma Admaja Pengadilan Negeri Stabat Kabupaten Langkat, Jumat (7/7).

Saksi Herman pada persidangan tersebut menjelaskan tentang penemuan atau pencarian senjata api (pistol) yang dibuang saksi Rudi disekitar ladang ubi dan jagung di daerah Binjai Timur, setelah saksi Rudi berjumpa dengan terdakwa Tosa dari lokasi Key Garden.

Senjata api tersebut ditemukan Rudi didalam jok sepeda motornya sepulang dari Key Garden dimana sebelumnya sepeda motor dipinjam Tosa, lalu dibawa pergi oleh anggota Tosa, (saat ini senjata api sudah disita sebagai barang bukti atas kasus pembunuhan Paino).

Terkait pencarian senjata api tersebut berdasarkan kesaksian Kanit Pidum, sebelumnya telah dilakukan pengembangan dengan melakukan kordinasi dengan berbagai pihak dan pemeriksaan/interogasi kepada beberapa orang, namun saksi Rudi saat itu belum mengakui tentang senjata api yang dibuangnya, saat dia sudah didampingi oleh kuasa hukumnya, saksi Rudi baru mengakui jika dirinya ada membuang senjata api tersebut disekitar lokasi ladang jagung dan ubi.

Konfrontasi Pemeriksaan BAP dengan Kesaksian Persidangan

JPU dalam persidangan tersebut mengkonfrontir kesaksian yang pernah disampaikan oleh saksi Sumarti dalam persidangan, ada mengatakan saat dirinya di BAP pihak Kepolisian di Polres Langkat, ia mendapatkan perlakuan intimidasi atau pengancaman, bahkan hasil dari BAP kepolisian tersebut tidak sesuai dengan jawaban yang ia sampaikan.

Saksi verbalisan Brigpol Agus Efendi membenarkan jika dirinya ada memeriksa saksi Sumarti dalam perkara pembunuhan Paino yang didasari dengan surat perintah.

“Siap, benar yang mulia saya yang melakukan pemeriksaan (berkas berita acara pemeriksaan perkara) terhadap saksi Sumarti, dan pemeriksaan saat itu juga sesuai dengan SOP yang berlaku”, sebut Agus dihadapan majelis hakim.

Lebih lanjut dikatakan Agus, saksi Sumarti saat dilakukan pemeriksaan juga sempat membaca hasil dari BAP yang dilakukan, “setelah dilakukan pemeriksaan, saya memberikan berkas hasil dari pemeriksaan, namun saksi Sumarti tidak bisa membaca dengan baik karena dirinya tidak membawa kaca mata saat itu, yang akhirnya saya berinisiatif meminjam kaca mata rekan saya sesama juper untuk dipakai saksi Sumarti,” sebut Agus lagi.

Agus juga menjelaskan jika saat berada diruangan pemeriksaan sebelum dilakukan BAP, terlebih dahulu dilakukan dialog kepada saksi Sumarti agar saksi merasa tenang dan nyaman.

Namun saksi Sumarti dalam persidangan tersebut tetap membantah pernyataan Agus, yang menyebutkan ada meminjamkan kaca mata. Menurut Sumarti dirinya tidak pernah ada memakai atau dipinjamkan kaca mata dari Agus.

Bahkan menurut Sumarti dirinya sangat tertekan saat diperiksa di kepolisian karena prosesnya dan saat itu juga seluruh keluarganya berada di kantor polisi. Walau bukan Brigpol Agus yang mengintimidasi, namun saksi Sumarti tidak mengetahui dan tidak mengenal oknum yang mengintimidasi dirinya.

Sumarti tetap pada kesaksianya jika dirinya tidak pernah membaca hasil BAP, namun hasil BAP dibacakan oleh Agus saja, dan dirinya hanya menjawab seadanya saja dengan penuh keterpaksaan, namun berdasarkan penjelasanya dia juga lupa menjawab apa karena saat itu dia merasa tertekan dan ketakutan, Dan Sumarti kembali menegaskan jika dirinya tidak bisa membaca.

Sementara itu saksi verbalisan Bripka Dody Arjuna selaku juper penyidik di Konfrontasi dengan keterangan dari Lely Agustina.

Berdasarkan keterangan saksi Lely dihadapan majelis hakim mengakui, sebenarnya dirinya di BAP sebanyak empat kali oleh pihak Kepolisian, namun pada kesaksian dipersidangan sebelumnya saksi Lely menyatakan dirinya hanya sekali di BAP, hal tersebut dilakukannya karena ada yang mengarahkan agar ia jawab satu kali BAP saja, agar tidak berulang diperiksa dipengadilan.

Pertama kali saksi diperiksa di salah satu warung (warung Amiran). Selanjutnya dilakukan pemeriksaan ulang yang kedua kali di Polres Langkat, dan pemeriksaan berikutnya di Rumah Sakit dan dirumah sakit tersebut berdasarkan keteranganya kondisi badan saksi dalam keadaan kurang fit karena sedang menjaga abang yang sakit. Lalu yang keempat pemeriksaan di rumah Kades.

Masih pengakuan saksi Lely ada beberapa point dalam BAP yang tidak sesuai dengan penjelasanya saat diperiksa di Kepolisian, dan saat memberikan keterangan di pengadilan ia tidak berani mengungkapkan karena ada tekanan dari seseorang.

Salah satunya terkait masalah jenis mobil yang sempat singgah diwarung tempat dia bekerja, dimana saksi tidak mengetahui secara pasti jenis mobilnya karena dirinya memang tidak faham macam jenis mobil, sehingga ia tidak pernah memberikan kesaksian tentang jenis mobil apa yang singgah diwarung tempat ia bekerja saat itu.

Bripka Dodi Arjuna yang dihadirkan dalam persidangan selaku saksi verbalisan, membenarkan jika ada memeriksa saksi Lely di warung Amiran, dan pemeriksaan kedua dilakukan di Rumah Sakit sebagai keterangan tambahan. Dan pemeriksaan selanjutnya dilakukan oleh saksi verbalisan Agus.

Dan terkait keberadaan mobil tersebut Bripka Dody selaku juper juga tidak membantah, bahwa saksi Lely saat itu ada menyampaikan keberatan terkait pernyataan masalah jenis mobil, hanya saja saat dilakukan pemeriksaan terhadap saksi Lely ada keraguan mengenai jenis mobil, apakah Ertiga atau Avanza, dan hanya berwarna gelap, dan pernyataan saksilah yang dituangkan didalam BAP saat dikepolisian, papar Dody dalam persidangan.

Keterangan saksi verbalisan, diperlukan guna mengklarifikasi, perbedaan keterangan yang disampaikan saksi antara waktu dilakukan di tingkat penyidikan dan pada waktu pemeriksaan sidang. (wahyudie)

 

Related Articles

Back to top button