Buka Mata

Viralnya Konten Adanya Ajaran Menyimpang, MUI Langkat Gelar Konfrensi Pres

LANGKAT, metro24jam.news– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Langkat gelar konfrensi pers terkait viralnya video pesantren Al Kafiyah yang diduga mengajarkan ajaran menyimpang dari ajaran Agama Islam.

Giat konfrensi pers diikuti oleh Kapolres Langkat AKBP Faisal Rahmat Husain Simatupang, Asisten III Pemerintah Kabupaten Langkat Musti, Kasi Intelejen Kejari Langkat Sabri Fitriansyah, Kasat Intelkam Polres Langkat AKP Syarif, Pimpinan padepokan Sendang Sejagad Sunaryo beserta anggota.

Ketua MUI Kabupaten Langkat H Zulkifli Ahmad Dian LC dalam konfrensi pres tersebut mengatakan, sebelumnya pihak MUI Kabupaten Langkat telah melakukan berbagai upaya guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terkait isi vidio atau konten yang telah tersebar dimasyarakat.

“Salah satu tugas dan fungsi dari MUI adalah menjaga, menghindari adanya penyimpangan ajaran agama Islam”, sebut Ketua MUI. Lebih lanjut Ketua MUI juga berpesan dan menegaskan kepada masyarakat luas agar bijak sana dalam berbuat, bertindak terutama dalam bermedia sosial dan para yutuber atau pemilik konten media sosial lebih berhati hati dalam menyajikan isi konten, jangan sampai mencederai pihak lain, dan bijak sana pula dalam menyikapi atau mencerna isi dari konten yang disajikan.

Ketua MUI Kabupaten Langkat H Zulkifli Ahmad Dian LC, sangat berharap agar kiranya kejadian serupa tidak terulang lagi walau hanya sebatas konten atau apapun namanya, untuk tetap menjaga kesetabilitasan dan kondusifitas Kamtibmas di wilayah Kabupaten Langkat.

Dari pertemuan tersebut pimpinan padepokan Sendang Sejagad Sunaryo alias Mas Karyo, secara pribadi dan atas nama padepokan bermohon maaf yang sebesarnya kepada seluruh pihak dan masyarakat luas karena viral nya konten atau vidio tersebut akibat keteledoran maupun kesalahan dari pihaknya.

Dalam pertemuan tersebut Mas Karyo menjelaskan, jika video yang saat ini telah viral dimasyarakat luas hanyalah sebatas konten semata, dan hal tersebut tidak nyata, “alur dari video yang kami buat adalah film atau konten semata dan hal tersebut tidak nyata”, sebutnya.

Video itu dibuat tadinya bertujuan sebagai edukasi ke masyarakat bahwa jangan gampang percaya dengan berita miring terhadap pondok pesantren, “dalam video yang dipotong potong oleh pihak yang tidak bertanggung jawab ini, sebenarnya kami membuat konsep film yang menceritakan sekolompok orang kena gendam karena ingin membubarkan ponpes yang ajarannya sesat, namun karena lawan pemilik ponpes sakti, maka kami sendiri yang ingin membubarkan juga kena gendam, akibatnya tanpa kami sadari kamipun melaksanakan sholat dengan imam perempuan, sampai kami tersadar dari gendam tersebut,” beber mas Karyo mengisahkan isi konten yang mereka buat.

“Namun sayangnya konten atau isi Vidio yang telah dibuat tersebut dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga makna dan alur ceritanya sudah berlainan dari yang kami maksudkan. Sehingga isi dan narasinya seolah olah adanya penistaan dalam ajaran agama Islam”, beber mas Karyo.

Lebih lanjut dijelaskanya bahwasanya pesantren Al-Kafiyah itu tidak ada, pesantren yang dimaksud hanya sebatas ilustrasi saja yang menggambarkan pesantren itu mengajarkan ajaran yang sesat, dan disini diceritakan mereka ingin membubarkan pesantren tersebut. “Pada intinya hal tersebut hanya sebatas konten semata untuk edukasi, tidak ada maksud lainnya, apa lagi penistaan agama”, ucap Karyo.

Sementara itu Kapolres Langkat AKBP Faisal Rahmat Husain Simatupang pada kesempatan tersebut mengatakan, setelah kita dengar penjelasan dari Ketua MUI Langkat tadi kemudian kita dengar klarifikasi dari pembuat konten sendiri, dan kita juga telah lakukan penelusuran dilapangan, dapat disimpulkan pesantren Al Kafiyah itu tidak ada.

“Hal tersebut hanya ilustrasi dari konten yang dibuat oleh padepokan Sendang Sejagat, pesantren Al Kafiyah itu hanya ilustrasi untuk kepentingan pembuatan film/konten dan kegiatan dalam film tersebut hanya akting belaka,”sebut Kapolres.

Saya berharap masyarakat tidak terprovokasi terkait masalah ini dan kami dari kepolisian akan terus mendalami permasalahan ini, sambung Kapolres. “Kita akan menangani secara profesional terkait laporan Ketua MUI maupun laporan dari pihak Mas Karyo selaku pimpinan padepokan sendang sejagat, pungkas AKBP Faisal.(wahyudie)

 

Related Articles

Back to top button