Beranda News Hukum & Kriminal 2 Tahun Putusan MA Tertahan, Praktisi Hukum: Putusan Amarnya Berisi Perintah Wajib...

2 Tahun Putusan MA Tertahan, Praktisi Hukum: Putusan Amarnya Berisi Perintah Wajib Dilaksanakan

139
0

MEDAN, Metro24jam.news- Praktisi dan pengamat hukum Redianto Sidi SH MH mengatakan setiap putusan pengadilan tidak bisa ditunda dan wajib dilaksanakan. Terlebih lagi amar putusan telah disampaikan Mahkamah Agung (MA), hampir dua tahun tak juga dilaksanakan.

“Putusan yang amarnya ada berisi perintah wajib dilaksanakan,” terang praktisi dan pengamat hukum DR Redianto Sidi SH MH kepada Metro24jam, Senin (6/3/23.

Keterangan Redianto Sidi menjawab putusan Mahkamah Agung belum juga dilaksanakan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Kejari Medan.
Menurut dia, putusan wajib dilaksanakan dan jaksa sebagai pelaksananya. Apalagi putusan yang dimaksudkan sudah dua tahun, jaksa sebagai pelaksananya wajib mengamini putusan itu untuk dilaksanakan, terang Redianto Sidi SH MH.

Namun bila ada kendalanya, tentu ada kajian yang mengarah untuk tetap juga melaksanakan putusan tersebut. “Tentu kendalanya dikaji bersama dengan solusi nya,” terang Sidi.

Bila menurut mereka (kejari) menunggu petunjuk Kejagung? Redianto menjabarkan juga tidak dibenarkan diperlama-lamakan. “Koordinasi tidak boleh jadi memperlama, apa sampai 2 tahun menunggu petunjuk nya ya,” terang Redianto lagi.

Nah, putusan yang amarnya memerintahkan wajib dilaksanakan. “Putusan yang amarnya ada berisi perintah wajib dilaksanakan,” tegas Redianto.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Drs Khaidar Aswan akan mengirimkan surat ke Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung). Surat yang dikirim terkait putusan Mahkamah Agung (MA) terhadap barang bukti yang belum dikembalikan.

“Kita akan mengirimkan surat ke Jamwas,” terang Rony Lesmana SH dari Biro Bantuan Hukum Metro24Jam melalui whatsapp, Selasa pagi (28/2/23).

“Langkah itu dilakukan mengingat pengembalian permohonan barangbukti sesuai putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 180 K/Pid.Sus/2021 tertanggal 24 Februari 2021, belum terlaksana sehingga sebagai kuasa hukum akan melayangkan surat ke Jamwas Kejagung,” terang Rony.

Pihaknya sampai saat ini belum mengetahui kebenaran informasi yang diterima dari jaksa penuntut. Menurut jaksa tersebut, barang bukti yang di maksudkan sudah diserahkan ke Kejari Medan.

“Menurut jaksa penuntut, barang bukti tersebut sudah diserahkan ke Kejari Medan,” terangnya sambil menunjukan pesan whatsapp.

Dari informasi itu, menurut jaksa tersebut menyebut menunggu petunjuk dari pimpinan. Sambungnya, saat ini pihaknya sudah mengirimkan surat keempat soal permohonan pengembalian barang bukti ke Kajatisu dan Kejari Medan.

Dalam surat itu jelas diterangkan maksud dan tujuan surat kempat tersebut. Anehnya, informasi barang bukti kembali ke Kejari Medan, terkesan dibola-bola.
Padahal, di surat permohonan pengembalian barang bukti sudah dijelaskan sebagaimana harapan demi tegaknya rasa keadilan dan penegakan hukum.

Sementara, Kasi Intel Kejari Medan Simon SH, dikonfirmasi belum juga menjawab. Sampai saat ini, juru bicara Kejari Medan ini, sama sekali tidak pernah membalas konfirmasi wartawan. Padahal, seharusnya konfirmasi wartawan tak lain ranahnya mewakili Kejari Medan.

Sebelumnya kuasa hukum mengatakan, pihaknya akan melapor ke Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung (Kejagung). Langkah aduan itu dilakukan atas sikap Kejatisu dan Kejari Medan yang tidak mematuhui putusan Mahkamah Agung (MA).

“Akan kembali melaporkan ke Jamwas dan Aswas karena barang bukti tak juga dikembalikan,” terang kuasa hukum Rony Lesmana SH dari Biro Bantuan Hukum Metro24Jam, melalui whatsapp, Senin malam (27/2).

Upaya itu, terang dia sebagai bentuk penegakan hukum mengingat putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 180 K/Pid.Sus/2021 tertanggal 24 Februari 2021, yang sampai saat ini belum juga dilaksanakan.

Dalam putusan itu, MA telah memberikan kekuatan hukum terhadap barang bukti yang seharusnya sudah dikembalikan mengingat putusan MA sudah terang benderang sejak diputuskan dua tahun lalu. “Anehnya, putusan tadi (MA), belum juga dilaksanakan kejaksaan atau jaksa untuk memulangkan barang bukti yang dimaksudkan,” terang Rony Lesmana SH.

Sebelumnya, genap dua tahun putusan Mahkamah Agung (MA), belum juga mendapat respon Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). (re/red)