Pasang Telinga

Kasek SMPN 3 Lubuk Pakam Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional dan Mandiri

DELI SERDANG, Metro24jam.news – SMP Negeri 3 Lubuk Pakam yang berada di Jalan Sunda Desa Bakaran Batu Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang berulang kali meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, tingkat kabupaten, provinsi dan nasional.

Adiwiyata merupakan penghargaan yang diberikan bagi sekolah yang berhasil melaksanakan gerakan PBLHS (Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah).

Selain itu sekolah yang dikomandoi oleh Kepala Sekolah (Kasek) Muhammad Juhum Siregar juga pernah menjadi lokasi upacara penghargaan Top Inovasi 99 yang diraih Pemkab Deli Serdang untuk pertama kalinya.

Sejak Tahun 1999 hingga 2022 Pemkab Deli Serdang terus meraih penghargaan Top Inovasi dari pemerintah pusat. Bahkan SMPN3 Lubuk Pakam tetap menjadi titik penilaian Adipura.

Penjelasan ini disampaikan oleh Kasek SMPN 3 Lubuk Pakam, M Juhum Siregar (59) didampingi Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Muriadi di kantor Dewan Pendidikan, Selasa (31/1/23) pagi.

“Usai covid ini kita mulai membina kembali anak didik agar disiplin. Target kita tetap sama. Biar sekolah nomor 3 tapi kita tetap nomor satu. Itu selalu saya sampaikan kepada guru-guru dan anak didik,” ujar Juhum, Kasek kelahiran 18 Pebruari 1964 di Padang Sidempuan tersebut.

Disebutkan oleh Juhum yang mulai mengajar di usia 20 tahun (1984) setamat kuliah dari IKIP (sekarang Unimed) Medan Cabang Padang Sidempuan bahwa dirinya cenderung keras dalam mendidik anak muridnya.

Maklum, Juhum yang pernah menjadi guru matematika dan menamatkan studi S2 Unimed 2013 itu berharap anak didiknya “cakap” setamat SMP dan melanjutkan pendidikan di SMA.

“Saya selalu menekankan pentingnya perkalian. Karena ini sangat bermanfaat jika sudah di SMA. Awalnya banyak orang tua siswa yang keberatan. Namun akhirnya para orang tua bisa memahaminya,” jelas Juhum.

Diceritakan Juhum banyak anak didiknya yang berhasil sukses karena didikan kerasnya itu. Belakangan ini, Juhum dituding “menyakiti”salah satu muridnya dan berujung perdamaian secara kekeluargaan.

Diungkapkan Juhum jika dirinya sudah mendatangi rumah muridnya berinisial VP di Kecamatan Lubuk Pakam.

“Saya bersama istri berikut beberapa orang guru sudah menjenguk siswi kami yang duduk di kelas VIII F itu di rumahnya. Saya pun menyampaikan permintaan maaf dan keluarga VP (nenek dan kakeknya karena ibunya kerja di Malaysia) sangat wellcome dengan kunjungan kami. Kakek nenek VP sangat-sangat berterima kasih. Mereka tidak menyangka dengan kedatangan kami,” jelas Juhum.

Menurut guru berprestasi itu apa yang dilakukan kepada semua anak didiknya semata-mata untuk kedispilinan.

Juhum juga menepis jika dirinya kasek “otoriter”. “Akhir Desember 2022 sudah kita umumkan setelah covid maka mulai dijadwalkan lagi apel pagi. Murid SMP Negeri 3 harus disiplin dan bisa menjadi contoh. Pembinaan demi pembinaan terus kita lakukan,”beber Juhum yang menjadi Kasek SMPN 3 sejak Tahun 2015.

Masih kata Juhum, persoalan dirinya dengan salah satu muridnya tersebut telah selesai secara kekeluargaan.

Salah satu orang tua murid di SMPN3 Lubuk Pakam, Zul juga berharap agar jangan lagi mengungkit atau memperkeruh keadaan tersebut Sehingga berujung tidak maksimalnya proses belajar mengajar di sekolah itu.

“Kami ingatkan kepada pihak atau oknum tertentu yang mencoba “mengoreng” kasus murid berinisial VP agar jangan mempermasalahkannya lagi. Karena sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan pihak sekolah,” tutur Zul, pria tegap cepak tersebut.*

Penulis: Hendra Sembiring, Editor: Hendra Sembiring

Related Articles

Back to top button