Beranda News Hukum & Kriminal Dugaan Namorube Julu Jadi Sarang Judi dan Narkoba, Kepala Desa: Sudah Berapa...

Dugaan Namorube Julu Jadi Sarang Judi dan Narkoba, Kepala Desa: Sudah Berapa Kali Kami Lakukan Razia?

210
0
Key Garden di Dusun 7 Desa Namorube Julu Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang. (f: dok Metro24jam.news)

KUTALIMBARU, Metro24jam.news – Key Garden di Dusun 7 Desa Namorube Julu Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang jadi pembicaraan di kalangan masyarakat. Key Garden diduga dijadikan lokasi, prostitusi, perjudian dan peredaran narkoba. Lokasinya berada tidak jauh dari pemukiman warga.

Belum lama ini, wartawan media ini melakukan penelurusan di Key Garden. Tiba di gerbang Key Garden, beberapa orang pria berambut pendek berpakaian sipil langsung menyambut. Karena baru kali pertama berkunjung ke tempat itu, wartawan media ini diminta menunjukan identitas dan ditanya tujuan kedatangan.

Karena berlagak seperti pemain judi kru Metro24jam.nwws diperoleh masuk. Bagitu masuk, sejumlah wanita muda berpakaian seksi langsung mendekat dan menawarkan narkoba.

Karena tujuan hanya untuk melakukan liputan, kru Metro24Jam.news menolak semua ajakan wanita muda tersebut. Saat itulah terlihat ratusan pria dan wanita di salah satu gubuk sedang bermain judi dadu kopyok.

Bukan hanya disatu gubuk, tak jauh dari lokasi dadu kopyok, terlihat puluhan orang lainnya sedang asyik bermain judi ketangkasan tembak ikan. Dan pada gubuk-gubuk lainnya, terlihat juga para pengguna narkoba sedang asyik menghisap sabu-sabu.

Ironisnya, gubuk-gubuk untuk pengguna narkoba jenis sabu-sabu sudah dibuat seperti bilik-bilik yang di dalamnya tersedia perlengkapannya mulai dari bong, pipet, kaca pirek dan perlengkapan lainnya.

Sementara itu, Septa Kepala Desa Namorube Julu Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang saat dikonfirmasi wartawan Rabu (11/1/2023) siang sekitar pukul 13.42 Wib malah bertanya balik kepada wartawan.

“Sentabi Adi Kam Si jadi Kadesna Kai Tanggapenndu Ras Tindaken Kai Sibahanndu/Maaf, kalau saudara jadi kepala desa, apa yang saudara buat,” ujarnya kepala desa.

Menurut dia, wartawan seharusnya sudah tau apa saja yang dia perbuat. “Sudah berapa kali kami melakukan razia gabungan kerjasama dengan pihak kecamatan, kabupaten dan provinsi,” ujarnya menjawab pesan WhatsApp yang dilayangkan wartawan.*

Penulis: Ali Sinuhaji