Beranda Peristiwa Polres Palas Tanggapi Kematian Hewan Ternak Yang Mati Mendadak

Polres Palas Tanggapi Kematian Hewan Ternak Yang Mati Mendadak

337
0
Kasat Intel Polres Palas, AKP Sahala Harahap.SH bersama drh.Romi dari Dinas Peternakan Kabupaten Palas dan Kepala Desa Ujung Batu I melakukan pengecekan dan penyuntikan vaksin anti body. (f: ist)

PALAS, Metro24jam.news – Menanggapi hewan ternak yang mati secara misterius karena wabah yang belum diketahui, Polres Padanglawas langsung melakukan pengecekan kelokasi Desa Ujung Batu 1, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Kapolres Padanglawas, AKBP Indra Yanitra Irawan SIK.MSi melalui Kasat Intel, AKP Sahala Harahap SH mengatakan, sesuai informasi adanya wabah virus yang menyebabkan mati mendadak ratusan sapi dan kerbau langsung dilakukan pengecekan dan antisipasi penyebaran wabah virus tersebut.

“Polres Palas langsung melakukan koordinasi dengan Kadis Peternakan Kabupaten Palas dan Kepala Desa Ujung Batu I Kecamatan Hutaraja Tinggi untuk upaya penangganannya,” terangnya, Sabtu (7/1/2023).

Hasil koordinasi tersebut, kata AKP Sahala dokter hewan Dinas Peternakan Kabupaten Palas,drh.Romi bersama stafnya dan Kepala Desa Ujung Batu I melakukan pengecekan dan memberikan suntik vaksin Roxyvet La Injec terhadap hewan ternak peliharaan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Ujung Batu I, Hasan Basri menjelaskan, ternak sapi dan kerbau milik masyarakat sudah dua minggu belakangan ini mengalami mati mendadak tanpa diketahui gejala penyakit wabah virus apa yang menyerang.

“Sampai saat ini sesuai data jumlah sapi dan kerbau milik masyarakat yang mati mendadak berjumlah 125 ekor,ini merupakan kejadian luar biasa (KLB),” katanya.

Hasan Basri menambahkan, jumlah hewan ternak sapi dan kerbau milik masyarakat di Desa Ujung Batu I ini berkisar 3000 ekor yang akan dilakukan penyuntikan untuk antisipasi penularan wabah virus terhadap ternak yang masih sehat.

Lanjut Kepala Desa Ujung Batu I, masyarakat mengharapkan perhatian pemerintah daerah untuk segera membentuk tim agar turun mencegah wabah virus yang menyerang wabah virus terhadap hewan ternak peliharaan.

“Akibat wabah virus ini yang mematikan sekitar 125 ekor sapi dan kerbau,masyarakat peternak mengalami kerugian mencapai dua miliaran lebih,” ungkapnya.

drh. Romi menyampaikan, penyebab terjadinya hewan ternak seperti sapi dan kerbau mati mendadak milik masyarakat akibat virus Septicaemia Epizootica (SE) atau ngorok suatu penyakit
infeksi akut akibat bakteri.

Dikatakan, penyakit SE yang di alami ternak akan menular terhadap hewan ternak lainnya seperti sapi dan kerbau melaui faktor makanan, minuman dan kontak langsung dengan hewan lainnya.

“Adapun ciri-ciri hewan ternak yang terserang penyakit SE dengan tanda, air liur keluar, demam dan pembengkakan pada leher ternak.Apabila tidak di tangani dengan baik dimungkinkan ternak akan mati secara tiba-tiba,” terangnya.

Menurut drh. Romi, penyakit SE yang dialami ternak hewan sapi dan kerbau tidak menular terhadap manusia.

“Saat ini pihak Dinas Peternakan Kabupaten Palas masih melakukan penyuntikan vaksin anti body (Proxyvet La Injec) terhadap hewan ternak milik masyarakat di Desa Ujung Batu I sebanyak 100 ekor,” ungkapnya.*

Penulis: Harry