Beranda Peristiwa Sungai Blutu di Sibaro dan Rampah Meluap, Ratusan Rumah Terendam Banjir

Sungai Blutu di Sibaro dan Rampah Meluap, Ratusan Rumah Terendam Banjir

504
0
Foto: Sukun Ritonga, warga Sei Rampah yang rumahnya terendam banjir memegang tikar hendak ke pdngungsian. (24jam.news/Bambang Sujatmiko)

SERGAI, Metro24jam.news – Hujan selama tiga hari (Kamis 8 hingga Sabtu 10 Desember 2022) menyebabkan sungai Blutu, daerah irigasi Sibaro dan Rampah di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, meluap dan merendam ratusan rumah penduduk hingga Sabtu (10/12/22).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Sergai, Frits Uweki Prapanca Damanik mengungkapkan, desa yang terendam banjir adalah: Sei bamban, Pon, Sukadamai, Sei Blutu, Bakaran Batu, dan Sei Buluh. Ketujuh desa tersebut, lanjut dia, dihuni 300 kepala keluarga (KK).

Sdangkan di Kecamatan Rampah, Damanik mengaku belum mengetahui jumlah rumah yang terendam banjir. “Masih menunggu laporan resmi dari pihak kecamatan bang,” katanya kepada Bambang Sujatmiko, wartawan Metro24jam.news, Sabtu (10/12/22).

Sukun Ritonga (57), warga dusun III Kampung Mandailing, Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah yang rumahnya juga terendam banjir mengatakan, ia dan keluarganya terpaksa mengungsi karena ketinggian air di rumahnya sudah mencapai sepinggang orang dewasa.

Menurutnya, air mulai menggenangi rumahnya sejak Jumat malam. “Baru saja saya siap mengepel rumah, eh tak taunya air naik lagi tadi malam, saya tiga tahun terakhir ini terdampak banjir,” lanjut Sukun.

Sukun mengisahkan, tahun 2020 lalu rumahnya juga terendam banjir dan mengungsi selama 40 hari di atas tanggul sungai Rampah. Tahun 2021, mengungsi selama dua bulan dan tahun 2022, merasakan dampak banjir sejak 25 November 2022. “Hari ini warga mulai berkemas mengosongkan rumahnya untuk ngungsi,” ungkapnya.

Sukun Ritonga dan warga lainnya berharap kepada pemerintah agar secepatnya mengatasi banjir yang hampir setiap tahunnya melanda desa mereka. “Jadi dampak banjir ini bukan makanan yang kami harapkan, namun solusi pemerintah dalam mengatasi banjir,” urainya.

Hal senada dikatakan Irsal( 62 ), warga dusun III Desa Sei Rampah. Banjir di dusunnya sudah mencapai selutut kaki orang dewasa. Ia pun dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah familinya. ” Gimana bang tenda pengungsian kan pul, jadi kami mengungsi ke rumah famili,” tuturnya.*

Penulis: Bambang Sujatmiko
Editor : Janopa Sihotang