Ekonomi

Seminar Nasional ESDM, Energi Baru Terbarukan Sumut Sangat Potensial

MEDAN, Metro24jam.news – Masyarakat Kelistrikan Indonesia Sumatera Utara (MKI Sumut) menggelar Seminar Nasional “Peluang dan Tantangan Terkait Peraturan Presiden Nomor 112/2022 Tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik”, di Medan International Convention (MICC )Jalan Gagak Hitam, Kamis, (8/12/2022) .

Hadir pada acara, Menteri ESDM diwakili Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Dadan Kusdiana, Ketua MKI Pusat Efi Hariadi, Ketua MKI Sumut Dr HM Isa Indrawan diwakili Surya Tarmizi, Gubernur Sumut diwakili Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan, Direksi PLN, Ketua Kadin Sumut, Ketua Kadin Medan, para rektor, dan tamu undangan lainnya.

Menteri ESDM diwakili Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Dadan Kusdiana mengapresiasi seminar dan pameran yang diselenggarakan.

Menurutnya, hal ini sebagai upaya mendukung target 23 persen emisi energi baru terbarukan pada tahun 2025 dan zero emisi tahun 2060.

“Sumber energi baru terbarukan yang dimiliki Indonesia meliputi tiga hal, yaitu besar, beragam dan tersebar. Tiga hal tersebut tidak ada di negara lain,” kata Dadan.

Dadan mengungkapkan, Sumut memiliki 40,06 persen energi baru terbarukan. Angka ini tentunya sangat bagus karena melewati rata-rata provinsi di Pulau Sumatera. Bahkan jauh melewati angka Indonesia yang hanya mencapai 13 persen. Selain itu, juga jauh lebih lengkap dari wilayah lain di Indonesia.

“Upaya zero emisi sangat penting, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Karena itu, kita saat ini mendorong industri besar untuk mengolah sumber daya alam yang ada. Kita dorong ekonomi Indonesia agar terus tumbuh tetapi hijau,” ujarnya.

Ketua MKI Pusat Efi Hariadi menyampaikan transisi energi secara global mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan masa depan energi yang lebih bersih. Transisi energi yang didorong berbagai tujuan, termasuk meningkatkan dan mendiversifikasikan ekonomi, meningkatkan ketahanan energi dengan mengurangi ketergantungan impor, dan mengamankan aset energi bagi negara berkembang yang sedang membangun serta meningkatkan kualitas udara dan melakukan mitigasi perubahan iklim.

“Krisis iklim dan energi yang terjadi di tengah tantangan geopolitik dunia, mengakibatkan terjadinya polatilitas harga dalam pasar dan pasokan energi. Karenanya, ini perlu digaris bawahi adanya urgensi untuk mengubah dan mendiversifikasi sistem energi dengan cepat menuju ketahanan dan keamanan energi serta stabilitas pasar, yaitu dengan cara mempercepat dan memastikan transisi energi yang berkelanjutan, adil dan harus diimbangi pasokan energi yang terjangkau,” ungkap Efi.

Lebih lanjut Efi mengatakan tidak dapat disangsikan bahwa Sumatera Utara mempunyai sumber energi terbarukan yang cukup besar. Namun proses transisi energi juga perlu mempertimbangkan legacy sistem saat ini, dimana pasokan pembangkit fosil masih cukup dominan dan harus mampu menjaga keberlanjutan sektor ketenagalistrikan ke depan dengan memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Untuk itu, MKI dalam hal ini mengajak para stakeholder energi melakukan pendekatan less carbon melalui pengembangan energi baru terbarukan dan sumber daya fosil secara harmonis dibandingkan dengan zero emisi yang memerlukan pembiayaan sangat besar dan diperkirakan dapat berhasil bila dilakukan secara berkolaborasi dan bersinergi.

Ketua MKI Sumut Dr. H. M. ISA INDRAWAN, S.E., M.M yang dihubungi via telepon mengatakan, Seminar Nasional yang diadakan adalah salah satu bentuk peran aktif MKI Sumut dalam mensosialisasikan peraturan presiden no 112 tahun 2022 tentang percepatan pengembangan energi terbarukan untuk penyediaan tenaga listrik Dan mendukung pencapaian target yang ditetapkan oleh PT PLN dalam green RUPTL guna mencapai 23% EBT ditahun 2026 turut mendorong dunia usaha ikut berkontribusi dalam pencapain target yang ditetapkan PLN Net Zero Emission 2060.

Penulis: Evi Tanjung

Related Articles

Back to top button