Beranda Pemilu DPD PAN Sergai Gelar Training of Trainer Kader dan Saksi

DPD PAN Sergai Gelar Training of Trainer Kader dan Saksi

177
0
Foto: Sekretaris H. Hendra Cipta, Ketua DPD PAN Sergai Junaidi S, Sekretaris Nahwan S.Ag, Ketua DPD PAN Kota Tebing Tinggi H. Syamsul Bahri, Sekretaris Hamzah, Anggota DPRD Sergai Fraksi PAN H Ngatiman, Darmalina Saragih, Badan Saksi Wilayah Sumut Suartono Wea, Lutfi Pengurus DPD PAN Kabupaten Sergai dan Kota Tebing Tinggi dan para calon saksi DPD PAN Sergai. (24jam,news/Bambang Sujatmiko)

SERGAI, Metro24jam.news – Kader PAN harus dijaga karena kader merupakan harta yang paling berharga. Karena itu DPD PAN Kabupaten Serdang Bedagai harus membuat cabang dan ranting hingga rayon sampai ke seluruh kecamatan agar PAN di Pemilu 2024 semakin kuat.

Demikian dikatakan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW ), PAN Sumatera Utara, H Hendra Cipta SE, saat membuka Training Of Trainer bagi para kader dan saksi PAN di kantor DPD PAN Serdang Bedagai, Desa Firdaus Kecamatan, Sei Rampah, Sumatera Utara pada Minggu (4/12/22)

“PAN harus bisa mencapai 12 kursi di DPRD Provinsi Sumatera sehingga kita paling tidak mendapatkan wakil ketua DPRD di Sumut. Hal itu bisa terjadi jikalau Serdang Bedagai 1 orang menjadi anggota DPRD provinsi. Bantu Provinsi agar bisa mewujudkannya dengan cara perhatikan di tingkat daerah,” ujar Hendra.

Peranan Saksi Sangat Penting

Ketua Bawaslu Sergai Agusli Matondang SH mengatakan, peranan saksi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS sangat penting.

“Hal ini untuk menjaga Pemilu yang berkualitas. Menjadi catatan penting karena pada Pileg 2019 lalu Bawaslu Sergai mendapat rapor merah karena terjadi kecolongan yang disebabkan adanya pergeseran suara di internal partai pada tingkat PPK di Kecamatan Sei Rampah dan Pegajahan,” paparnya.

Menurutnya, keterbatasan sumber daya berkualitas, usia pengawas di TPS pada Pemilu 2019. “Pengawas ditugaskan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara di TPS untuk tujuan rekap cepat secara elektronik, namun kendalanya terkait dengan penguasaan teknologi,” lanjutnya.

Agusli mengatakan, penguatan saksi partai di TPS penting, begitupun yang berada di luar lingkaran TPS. “Saksi luar ini tentu dapat memberikan catatan pergerakan jika ada ditemukan indikasi politik uang secara struktur dan massif. Jika ini ditemukan merupakan pelanggaran tindak pidana pemilu. Karenanya kita berharap para saksi mampu untuk melakukan pengawasan terjadinya politik uang,” tegasnya.

Disebutkan Agusli, pada Pileg 2019 banyak laporan yang masuk ke Bawaslu, namun sayangnya laporan tersebut minim bukti yang dilampirkan. “Pengawasan ini perlu dilakukan dari tingkat TPS, PPS, PPK kecamatan sampai kabupaten. Hal ini agar tidak terjadi pergeseran suara sehingga merugikan berbagai pihak,” katanya.

Ia melihat pergeseran suara itu kerap terjadi di dalam internal partai, dan untuk diluar partai lain besar kemungkinan kecil terjadi.***

Penulis: Bambang Sujatmiko
Editor : Janopa Sihotang