Beranda News Hukum & Kriminal Petani Ubi di Tamora Diinjak-injak dan Diancam Bunuh Preman Kampung

Petani Ubi di Tamora Diinjak-injak dan Diancam Bunuh Preman Kampung

364
0
Foto: Miseran saat buat pengaduan ke Polresta Deli Serdang. (ist)

Metro24jam.news, DELI SERDANG – Apes dialami Miseran (47) warga Dusun III Desa Lengau Seprang Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang. Petani ubi tersebut dianiaya oleh Suhendra alias Mandra hingga babak belur. Bukan hanya dipukul dan diinjak-injak saja, ayah 2 anak tersebut juga mengaku diancam bunuh oleh pelaku.

Kasus penganiayaan yang terjadi pada Rabu (9/11/22) di ladang ubi milik Miseran yang lokasinya tak jauh dari rumahnya dilapor korban ke Mapolresta Deli Serdang, Jumat (11/11/22).

Informasi diperoleh menyebutkan, pelaku disebut-sebut preman kampung yang kerap membuat onar di daerah tempat tinggalnya di Desa Lengau Seprang.

Ceritanya, Rabu sekira pukul 10.00 wib, Miseran yang sedang berada di ladang ubinya didatangi Mandra. Begitu ketemu tanpa basa basi Mandra langsung memukuli Miseran pakai tangan kosong dan kayu yang dibawanya. Karena diserang mendadak Miseran tidak sempat melawan.

Beberapa bagian tubuhnya mengalami luka memar. Beruntung Miseran berhasil melarikan diri. Korban pun diamankan oleh warga yang mendengar kericuhan. Mandra yang merasa belum puas menganiaya petani ubi tersebut lantas pulang ke rumahnya untuk mengambil pisau.

Begitu pisau di dalam genggamannya, Mandra kembali mendatangi korban yang sudah dalam kondisi babak belur. Miseran diancam Mandra akan dibunuh. Untuk mengobati luka lebamnya Miseran dibawa berobat ke RSUD Amri Tambunan di Lubuk Pakam.

Kini, Mandra dalam kejaran polisi. Laporan pengaduan Miseran bernomor STTPLP/B/640/IX/2022/SPKT/Polresta Deli Serdang/Polda Sumut ditandatangi oleh Kepala SPKT Ipda Ferry LM tertanggal 11 November 2022. (dra)