Beranda Peristiwa 3 Ekor Monyet Masih Menghantui Warga Desa Pematang Guntung

3 Ekor Monyet Masih Menghantui Warga Desa Pematang Guntung

381
0
Foto: Lokasi keberadaan 3 monyet yang sering menampakkan diri di jalan Dusun II dan 1, Desa Pematang Guntung, Serdang Bedagai. (24jam.news/Bambang Sujatmiko)

Metro24jam.news, SERGAI: Warga Dusun Dua dan Satu Desa Pematang Guntung, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), masih dihantui keberadaan monyet yang suka menyerang manusia. Akibatnya, 7 warga Desa Pematang Guntung pun sudah menjadi korban keganasan monyet tersebut.

Seperti yang diungkapkan Supriadi (53), warga Dusun II Desa Pematang Guntung, sudah ada korban tujuh orang yang diserang monyet itu. Dia mengatakan, monyet tersebut masih di seputaran Dusun II dan 1, dan sering muncul di dekat rumahnya dan rumah Pak Apoi juga tempat Pak Uto Along.

“Saya pun pernah dicegat oleh monyet itu saat mau ke ladang. Dan cucu saya hampir juga diserangnya, namun berhasil saya usir dengan sebatang kayu,” katanya.

Menurut Supriadi, warga dan pemerintah desa sudah melakukan upaya untuk menangkap monyet tersebut, namun belum berhasil. Monyet tersebut juga sempat pindah ke Dusun IV dan III tetapi kembali lagi balik ke Dusun II dan I.

Dia pun berharap agar pemerintah desa dan siapa pun yang bisa membantu segera menangkap monyet itu, karena sangat membahayakan masyarakat dan anak-anak sekolah pun jadi takut untuk melintas.

“Anak anak sekolah itu jadi takut melintas, karena sering dicegat di jalan itu belakang rumahnya, imbuhnya,” kepada Metro24jam.news, Minggu (6/11/22) di sebuah warung kopi Dusun IV Pematang Guntung.

Terpisah, Kepala Desa Pematang Guntung, Juni, ketika dikonfirmasi Metro24Jam.news, Senin (7/11/22) mengatakan, pemerintah sudah melakukan upaya dan rapat bersama pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) provinsi Sumut, untuk membantu memburu dan menangkap monyet tersebut dengan dibantu oleh warga dengan membawa anjing pemburu dan pentungan serta bunyi bunyian agar monyet itu keluar dari persembunyiannya untuk di tangkap namun tak berhasil.

“Upaya hari itu monyet tak tertangkap mala monyet itu lari pindah ke desa Sialang Buah, namun kelang satu harinya balik lagi ke Desa Pematang Guntung,” ujarnya.

Menurut Kades Juni, monyet itu sekarang ini bukan 1 namun ada 3, monyet yang berkeliaran di Desa Pematang Guntung mungkin sudah beranak pinak.

Selaku kepala desa Juni berharap kepada BKSDA Sumut untuk dapat membantu bukan hanya bukan hanya memasang krangkeng saja, namun tindakan preventif, karena sudah banyak menyerang manusia dan sudah ada korban tujuh warga. “Takutnya ada korban lainnya seperti anak-anak sekolah,” tutupnya. (Bambang Sujatmiko)