Beranda Peristiwa Dampak Banjir, Puluhan Warga Komplek TKBM Seimati Menderita Penyakit Gatal-gatal

Dampak Banjir, Puluhan Warga Komplek TKBM Seimati Menderita Penyakit Gatal-gatal

269
0
Foto: Seorang remaja pria melintasi banjir di komplek TKBM Seimati Medan Labuhan. (ist)

Metro24jam.news, LABUHAN – Puluhan warga korban banjir di komplek Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Belawan Lingkungan 18 Kelurahan Seimati, Kecamatan Medan Labuhan mulai menderita gatal-gatal, infeksi saluran pernafasan akut dan beberapa penyakit lainnya.

Opung Rud (50), salah satunya. Ibu rumah tangga ini mengeluh gatal-gatal di kakinya, karena terserang rangen atau kutu air.

Selama sepekan ini, ratusan rumah di komplek TKBM Pelabuhan Belawan, Lingkungan 18 Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan terendam banjir akibat guyuran hujan deras, dan banjir rob. Akibat rumahnya terendam banjir aktivitas warga terganggu sehingga terpaksa bertahan di rumah masing-masing tanpa ada bantuan pangan atau sembako dan obat- obatan dari Pemko Medan.

Setiap hujan deras turun maka warga siap-siap untuk menghadang air agar tidak masuk ke dalam rumah namun karena genangan air makin tinggi maka rumah warga pun kebanjiran.

“Kami minta pak Walikota Medan Afif Boby Nasution dan Wakil Walikota Aulia Rahman agat memperhatiikan kami udah sebulan kebanjiran kami butuh bantuan pak,” kata kek Usuf.

Kakek bercucu lima ini berharap agar Pemko Medan segera membangun tembok di sekitar komplek TKBM agar rumah warga tidak tergenang air lagi sebagaimana janji salah seorang pejabat di Pemko Medan saat berkampanye Pilkada saat itu.

“Jangan janji-janji muluk saja kepada warga, setelah terpilih pada Pilkada, lupa dengan janji-janjinya untuk membangun tembok,” kata Kek Usuf lagi.

“Banjir melanda di komplek TKBM sudah memasuki sebulan ini bila hujan turun hari ini maka pemukiman warga akan terus terendam banjir hujan dan banjir rob,” ujarnya.

Pantauan awak media ini di lokasi banjir genangan air hujan dan banjir rob yang memasuki rumah warga tak kunjung surut, sebagian warga terpaksa berdiam di rumah untuk mengawasi situasi di rumahnya sementara sebagian warga dan anak sekolah terpaksa menerobos genangan banjir untuk mencari nafkah. (Faqih)