Buka Mata

Alasan Takut Terpapar Covid-19, Camat Pancur Batu Enggan Ketemu Wartawan

Metro24jam.news, PANCUR BARU – Camat Pancur Batu, Sandra Dewi SSTP disebut-sebut enggan ketemu wartawan, khususnya yang bertugas di wilayah Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Pasalnya, mulai menjabat sebagai camat di Kecamatan Pancur Batu hingga saat ini, Sandra Dewi tak berkenan bertemu dengan wartawan.

Bahkan, jika wartawan melakukan konfirmasi via HP terkait permasalahan di Pancur Batu, Sandra Dewi enggan memberi komentar.

Sebelumnya, pada masa-masa Pandemi Covid-19 masih menghantui masyarakat dan masih pada kategori Zona Merah, Camat Pancur Batu ini pernah mengatakan kepada wartawan, jika dirinya masih takut untuk melakukan silaturahmi dengan wartawan, untuk menghindari terpapar wabah yang mematikan itu.

Namun, meskipun saat ini kondisi sudah berubah karena telah memasuki New Normal, Camat Pancur Batu tersebut tetap saja enggan untuk bersilaturahmi dengan wartawan.

Padahal, sebagai Kepala Muspika di Kecamatan Pancur Batu, seorang camat seharusnya bisa bersinergi dengan wartawan selaku sosial kontrol. Masyarakat khususnya di Kecamatan Pancur Batu pun perlu mengetahui perkembangan kinerja camat dan seluruh stafnya melalui media.

Tapi, apa yang dilakukan oknum camat Pancur Batu memang lain dari para camat-camat terdahulu. Camat Pancur Batu yang sebelumnya selalu menghargai seluruh wartawan sebagai mitra kerja, dan tak sungkan-sungkan untuk sharing atau tukar fikiran dengan wartawan demi pembangunan di Kecamatan Pancur Batu.

Namun, camat yang satu ini terkesan acuh tak acuh dan merasa tak perlu bermitra dengan wartawan. Untuk itu, kepada Bupati Deli Serdang H. Ashari Tambunan memberi teguran atau mencopot oknum Camat Pancur Batu Sandra Dewi, agar hubungan diantara wartawan dengan camat bisa berjalan normal.

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Pancurbatu yang enggan nama ditulis mengatakan, selain alergi dengan wartawan Sandra Dewi juga terlalu otoriter. (Ali Sinuhaji)

Related Articles

Back to top button