Beranda News Hukum & Kriminal Diduga Curi Ikan Teri, Bocah 13 Tahun Dibakar di Belawan

Diduga Curi Ikan Teri, Bocah 13 Tahun Dibakar di Belawan

438
0
MS masih terbaring di rumah sakit. (ist)

Metro24jamnews.com, BELAWAN – Seorang bocah dibakar hidup-hidup di Jalan Baru,Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan, Jumat (26/8/2022) oleh pemilik ikan teris. Pasalnya si bocah diduga mencuri ikan teri.

HS ibu korban berkata, sekitar pukul 01.00 WIB, anaknya yang bernama MS (13) mencuri ikan teri milik BP, sebanyak setengah kilogram. Pada saat mencuri MS ketahuan sama istri dari BP, lantas langsung menelpon BP. Lalu BP membawa MS ke dalam toilet rumah miliknya dan langsung menyiram MS dengan bensin.

“Anak saya saat itu ketahuan mencuri ikan teri yang sedang dijemur BP, pada saat itu ketahuan sama istrinya dan dilaporkan, hingga BP pulang dan membawa anak saya ke kamar mandi dan disiram pakai bensin,” ucap YS, Kamis (1/9/2022).

Akibat disiram bensin hingga mengenai mata MS, dia berlari keluar dari toilet dengan mata tertutup akibat perih di mata, bertepatan pemilik rumah sedang memasak di kompor hingga MS tersambar api dari kompor tersebut.

“Akibat disiram itulah, perih mata anak saya, lari dia keluar kamar mandi. Kebetulan BP lagi memasak, anak saya melewati kompor itu, tersambar lah dia sama api yang dari kompor,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, pada saat kejadian BP bersama anaknya AP (10) juga ikut tersambar api dari MS yang sedang berlari, sehingga mereka pun sempat menjalani perawatan di RS Angkatan Laut Belawan, namun keduanya sudah dapat pulang, karena luka yang mereka alami tidak separah yang di alami MS, yang mana 80 persen tubuhnya terbakar oleh api.

“Gak cuman anakku yang terbakar bang, BP dan AP (10) tahun ikut tersambar api, hingga mereka juga sempat dirawat namun sudah pulang,” kata YS.

Dia ingin berdamai atas kejadian ini karena tidak ada untuk membayar biaya rumah sakit yang sudah menunggak sebesar Rp 12 juta, dikarenakan BPJS milik YS tidak dapat digunakan untuk perawatan anaknya akibat dari kecelakaan yang disebabkan tindak pidana.

“Aku maunya berdamai aja, tapi dengan syarat BP mau membiaya perobatan anak saya, karena BPJS saya tidak dapat di gunakan akibat kejadian tersebut merupakan Tindak pidana,” pungkas YS.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Rudy Sahputra ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya tidak menjawab pertanyaan wartawan. Akibat kedua belah pihak masih menjalani pengobatan, namun kasus ini akan di prioritaskan unit PPA Polres Pelabuhan Belawan.

Dari amatan wartawan, MS hanya dapat terkujur lemas menahan sakit yang membakar 80 persen tubuhnya, terlihat kulitnya sudah mulai terkelupas.*

Penulis: Faqih, Editor: Faqih