Beranda Peristiwa Ratusan Warga Bentrok dengan Massa Diduga Utusan PTPN II di Berastagi

Ratusan Warga Bentrok dengan Massa Diduga Utusan PTPN II di Berastagi

357
0
Aksi warga Desa Gongsol-Merdeka dengan utusan PTPN II. (foto: 24jam.news/abay)

Metro24jam.news, BERASTAGI – Ratusan pria dan wanita warga Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo kembali turun ke Jalan Gundaling, Kamis (11/8/22) sekitar pukul 15.00 Wib. Bersenjatakan bambu, mereka berusaha melawan ratusan orang diduga utusan Perseroan PTPN II.

Amatan Metro24jam.news, kedua kelompok saling lempar batu dan botol dari jarak sekitar 7 meter. Akibatnya, jalan ke Bukit Gundaling tidak bisa dilalui. Baik roda dua maupun angkutan kota tidak ada yang berani melintas.

Dirman, wisatawan asal Aceh bersama rombongannya pun terpaksa putar balik balik ke arah Kota Berastagi. “Tidak ada jalan alternatif menuju puncak Gundaling, kami terpaksa putar balik ke Berastagi, kami dari Aceh,” ujarnya.

Informasi diperoleh, pihak Persadaan Surbakti Ras Anak Beruna dan masyarakat Desa Gongsol dan Desa Merdeka, berebut lahan seluas tiga hektar dengan massa diduga utusan PTPN II dari Tanjung Morawa dan Langkat.

Guna meredam emosi kedua belah pihak, personel Polres Tanah Karo, dipimpin Waka Polres, Kompol Aron Siahaan, Polsekta Berastagi, AKBP Lindung Marpaung, Kapolsek Simpang Empat, AKP A Ridwan Harahap, serta jajaran Kodim 0205/TK sempat melepaskan berapa kali tembakan ke udara.

Akibat tembakan itu, kedua kelompok massa memilih mundur dan menyembunyikan senjata tajam di dalam paret, rerumputan serta ke dalam mobil. Selanjutnya, petugas mencoba bernegosiasi dengan kedua belah pihak guna perdamaian.

Hingga pukul 17.00 Wib massa masih berada di pinggir jalan Gundaling/Hotel Internasional Sibayak, namun mereka sudah berlaku santun kepada pengendara yang melintas. Sebelumnya, Rabu (10/8) jam 10.00 Wib bentrokan terjadi hingga Kamis dini hari.

Pemicu bentrokan disebut Persadaan Surbakti Ras Anak Beruna dan masyarakat Desa Gongsol dan Desa Merdeka yang menduduki PTPN II diusir oleh ratusan preman diduga utusan dari pusat PTPN II.

Lahan tersebut sejak tahun 2020 telah dikuasai dan diusahai oleh anggota masyarakat adat Desa Gongsol dan Desa Merdeka, Kecamatan Merdeka, karena lahan tersebut merupakan tanah adat peninggalan leluhur Marga Surbakti yang membuka dan pendiri Kampung Kuta Keling, sekarang namanya menjadi Desa Gongsol dan Desa Merdeka.

Penulis: Abay, Editor: Sihotang