Beranda Peristiwa Kisruh Bongkar Muat, Aktivitas di PKS Mulia Tani Jaya Terganggu

Kisruh Bongkar Muat, Aktivitas di PKS Mulia Tani Jaya Terganggu

195
0
Sejumlah truk berisi TBS kelapa sawit terkendala akibat kisruh bongkar muat. (foto: ist)

Metro24jam.news, LANGKAT – Seratusan warga sekitar kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Padang Tualang bersama anggota Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia Konfederasi Serikat Pekerja seluruh Indonesia (F.SPTI-K.SPSI) Kabupaten Langkat menduduki pintu masuk gerbang Perusahaan/pabrik Kelapa Sawit (PKS) Mulia Tani Jaya (MTJ) yang berada di Dusun Bukit Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Rabu (11/8/22).

Adanya aksi tersebut aktivitas pengolahan tandan buah segar (TBS) sawit dipabrik terganggu, hingga berakibat menurunnya tonase pengolahan TBS.

Didominasi oleh para ibu rumah tangga, mereka menuntut agar suami mereka dapat dipekerjakan untuk bongkar muat tandan buah segar yang akan masuk ke PKS tersebut.

Mereka merasa bahwasanya pihak pabrik tidak adil karena mempekerjakan atau mengunakan jasa bongkar muat kepada pihak lain yang para anggotanya bukan warga setempat.

Perwakilan DPC F SPTI – K SPSI Langkat Hubban Sitorus menyampaikan tuntutan serikat pekerja saat menggelar aksi. “Kita minta agar perusahaan ini patuh kepada keputusan Menteri Tenaga Kerja,” sebutnya, di depan masa.

Hubban menambahkan, hal itu tentang siapa yang sah dan ilegal yang boleh beroperasi bongkar muat dan serikat pekerja di Indonesia. Hingga saat ini, pihak perusahaan belum bisa menerima serikat pekerja itu untuk bekerja dipabrik tersebut.

“Artinya, perusahaan harus mengutamakan masyarakat sekitar untuk dipekerjakan. Sehingga, terciptalah kesejahteraan masyarkat di sekitar lingkungan ini. Kami akan menduduki tempat ini, hingga tuntutan kami direalisasikan,” tegas Hubban.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bendahar DPC F SPTI – K SPSI Langkat S Br Sitepu menyampaikan, meraka hanya menuntut haknya sebagai serikat pekerja yang sah. Organisasi mereka juga sudah terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Langkat.

“Nantinya akan dilakukan pertemuan di Kantor Camat Padang Tualang. Tapi ibu – ibu yang hadir dalam aksi ini meminta pihak perusahaan memberikan keputusan hari ini juga. Warga sekitar sini hanya menuntut haknya untuk bekerja di sini,” tutur S Br Sitepu.

Sementara itu Kasat Intel Polres Langkat AKP M Syarif Ginting dilokasi menegaskan, agar masyarakat tidak memaksakan diri. Sehingga, perbuatan itu berujung pada perbuatan yang melanggar hukum.

“Ibu-ibu sekarang ini sudah melakukan tindak pidana. Jangan paksakan kami untuk bertindak. Kami sayang sama ibu – ibu sekalian. Jangan samapai terjadi bentrokan hingga memakan korban. Kami imbau, agar menunggu keputusan besok dan sekarang ibu-ibu bisa kembali ke rumah,” tegas AKP M Syarif.

Ketika dilakukan konfirmasi kepada pihak PT MTJ melalui Arif menjelaskan, akibat adanya aksi yang dilakukan warga produksi pabrik pengolahan kelapa sawit sempat terhambat. Transportasi untuk keluar masuk barang pun otomatis terhenti. Aktivitas di sana terganggu dan tidak berjalan sebagaiman mestinya.

“Pekerja dan produksivitas di sini berhenti. Produksi 700 – 800 ton pun mengalami penurunan hingga 70 persen. Alhamdulillah, setelah sepakat untuk mengadakan pertemuan di Kantor Camat Padang Tualang besok, massa pun bubar. Sekarang aktivitas sudah kembali normal,” kata Arif.

Dia berharap, agar serikat pekerja dapat menyelesaikan koflik antar sesama pekerja di luar perusahaan. “Diharapkan, agar serikat pekerja menggelar musyawarah untuk menyelesaikannya. Karena hal itu urusan eksternal dari perusahaan,” pungkasnya.

Penulis: Yudhie, Editor: Yudhie