Beranda News Hukum & Kriminal Pencuri Sepatu Ketua BKM Al Hidayah BSP Terekam CCTV

Pencuri Sepatu Ketua BKM Al Hidayah BSP Terekam CCTV

138
0
Pelaku pencuri sepatu di Mesjid Amal Islamiyah Jalan Sudirman Lubuk Pakam yang terekam CCTV. (foto: rekaman cctv)

Metro24jam.news, LUBUK PAKAM – Pelaku pencurian sepatu milik salah seorang jamaah di Mesjid Amal Islamiyah Jalan Sudirman Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang terekam kamera CCTV, Kamis (28/7/22).

Berdasarkan rekaman CCTV tersebut, pelaku seorang pria bertubuh gempal memakai kemeja putih, celana hitam, menggunakan masker dan membawja jaket berwarna merah. Jaket tidak dipakai melainkan dipegang di tangan kanannya. Selain itu pelaku juga memanggul tas ransel hitam di punggungnya.

Menurut pengurus BKM Amal Islamiyah pelaku dengan ciri-ciri di atas juga pernah beraksi di mesjid tersebut.

“Sebelumnya, juga ada jamaah yang kehilangan sepatu. Dan ciri pelakunya sama dengan pria yang di CCTV itu. Seingat kami sudah tiga kali kejadian hilang sepatu di mesjid ini,” terang pria muda sambil terus membuka kamera CCTV yang ada di layar monitor di ruang kantor mesjid.

Pantauan wartawan di layar monitor CCTV, pelaku mengambil sepatu milik jamaah dengan menutupinya pakai jaket merah yang dibawanya.

Sepatu sneaker berwarna grew (abu-abu) milik Ketua BKM Al Hidayah Komplek BSP Lubuk Pakam, Hendra Sembiring yang berada di rak sepatu besi depan mesjid ditutup jaket pelaku lalu dibawanya ke arah kamar mandi mesjid.

Setelah itu pelaku terlihat meninggalkan lokasi mesjid. “Iya, sepatu yang hilang itu milik Ketua BKM Al Hidayah BSP. Kejadiannya pas Salat Zuhur,” ujar AKBP (Purn) Darwin, warga Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai usai Salat Zuhur di mesjid tersebut.

Bersamaan pengemudi becak mesin asal Binjai juga menjadi korban penipuan. Penumpang becaknya yang dibawa dari Binjai tujuan Lubuk Pakam, setiba di depan Polresta Deli Serdang minta diturunkan untuk membeli pulsa.

Begitu turun langsung dijemput temannya naik kereta. “Aku dari Binjai. Bawa penumpang ke Lubuk Pakam dijanjikan ongkosnya Rp 150 ribu. Gitu sampai depan Polres dia turun dengan alasan mau beli pulsa. Ternyata cuma modus. Dia pergi dijemput kawannya naik kereta. Pas ku dengar suara azan Zuhur tadi, aku langsung ke mesjid ini. Mana lagi minyak becak aku pun udah kandas kali,” ujar lirih pria tambun, penarik becak mesin Honda CB di pelataran Mesjid Amal Islamiyah. (dra)