Beranda News Pasang Telinga Jelang Hari Idul Adha, Polres Langkat Gelar Rakor PMK

Jelang Hari Idul Adha, Polres Langkat Gelar Rakor PMK

362
0
Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok saat memimpin rakor terkait PMK. (f: humas Polres Langkat)

Metro24jam.news – Menjelang hari raya Idul Adha atau hari raya berqurban kepolisian resort Langkat menggelar rapat kordinasi (rakor) penaganan penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak ruminansia se- Kabupaten Langkat, dipusatkan di aula Bharadaksa Polres Langkat, Sabtu (2/7/22) pagi.

Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok memimpin langsung jalanya rapat yang dihadiri oleh unsur forkompimda & Forkompimca Kabupaten Langkat, dan pejabat utama Polres Langkat serta Kapolsek sejajaran Polres Langkat.

Pada kesempatan tersebut Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, mengatakan ada beberapa wilayah di Kabupaten Langkat masuk dalam zona merah terkait penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak.

Wilayah tersebut antara lain berada di Kecamatan Besitang, Kecamatan Pematang Jaya dan Kecamatan Pangkalan Susu. Sementara itu berdasarkan data yang telah dihimpun jumlah ternak yang sudah di vaksin sebanyak 200 ekor, hewan yang terjangkit PMK sebanyak 1396 ekor, dinyatakan sembuh sebanyak 1298 ekor, dan hewan yang mati akibat terjangkit PMK sebanyak 9 ekor.

Atas data tersebut Kapolres meminta seraya mengajak agar para stakeholder melakukan penanganan kasus PMK sama seperti saat melakukan penangan kasus covid. “Kami meminta agar Kadis Peternakan selalu berkordinasi dan menyampaikan informasi tentang drof vaksin dan data terkomfirmasi penyakit ternak (PMK) ini,” seru Kapolres.

Kapolres juga mengintruksikan agar seusai rapat kordinasi, para Camat dapat mengundang warga peternak guna mendata jumlah ternaknya. “Kita kordinasikan dengan dokter hewan mengenai ciri hewan yang terindikasi terkena penyakit PMK, agar kami bisa mendata perkiraan hewan yang terjangkit,” sebut Danu.

Lebih lanjut Kapolres menegaskan agar kiranya saat pelaksanaan pemotongan hewan qurban nantinya tidak ada yang darah nya di alirkan ke sungai melainkan darah langsung di tanam.

Dengan dilaksanakanya rapat kordinasi tersebut diharapkan dapat menekan atau meminimalisir penularan PMK terhadap hewan ternak serta yang terpenting saat pelaksanaan hari qurban nantinya ternak yang akan dipotong dalam kondisi yang benar benar sehat, jangan sampai kecolongan.*

Penulis: Die