Beranda News Buka Mata Sepanjang 25 KM Jalan di Kecamatan Kutabuluh Simole Rusak Parah

Sepanjang 25 KM Jalan di Kecamatan Kutabuluh Simole Rusak Parah

286
0
Kondisi jalan dari Desa Amburidi menuju Desa Kuta Male Kecamatan Kutabuluh. (f: kornelius)

Metro24jam.news – Sepanjang 25 kilometer jalan dari Desa Rih Tengah, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo menuju Desa Laubuluh, Kecamatan Kutabuluh, rusak parah. Jalan tersebut adalah milik pemerintah Kabupaten Karo.

Menurut Paten Sembiring, warga Desa Tanjung Merahe, pada masa kepemimpinan Sinar Peranginangin sebagai Bupati Karo, warga Desa Tanjung Merahe, Liang Merdeka, Rih Tengah, Amburidi, Kuta Male dan Ujung Deleng, masih bisa belanja ke Tiga Kerenda di Desa Kutabuluh tanpa melintasi Desa Negeri Jahe.

“Saat berakhir jabatan Perangiangin itu, hingga sekarang kami warga Desa Liang Mardeka, Tanjung Merahe dan Ujung Deleng jika hendak berbelanja kebutuhan sehari-hari harus melewati Desa Negeri Jahe, Desa Limang dan Desa Perbesi Kecamatan Tigabinanga, jaraknya makin jauh,” ujar Paten Sembiring dengan nada kesal.

Masih menurut Paten Sembiring, saat ini dari mana pun jalannya semua rusak. Desa Negeri Jahe menuju Desa Perbesi sangat parah apalagi dari Desa Rih Tengah menuju Desa Kutabuluh, lebih hancur lagi. Walau demikian kondisinya, Paten Sembiring dan warga lainnya harus menempuh jalan tersebut jika ingin menjual hasil pertaniannya, seperti jagung dan lainnya ke kota.

Paten Sembiring mengungkapkan, di Desa Rih Tengah Kecamatan Kutabuluh sebenarnya ada PT Wampu Elektric Power (WEP) yang sudah bertahun tahun beroperasi dan meraup keuntungan miliaran rupiah, tetapi tidak juga peduli dengan kondisi jalan tersebut.

“Meraka mendapat keuntungan namun akses jalan warga hendak ke kota rusak semua, wajarlah jika kami menilai perusahaan itu tidak membawa dampak apa-apa ke desa kami,” timpal Alwan Ginting, warga lainnya.

Anggota DPRD Karo Onasis Sitepu, ST, dari pemilihan Kuta Buluh Simole, ketika hendak diminta tanggapannya terkait rusaknya jalan tersebut, gagal. HP-nya dihubungi ada nada dering tanda panggilan masuk, namun tidak diangkat. Pertanyaan juga dikirim melalui WA, tapi hingga berita ini dirilis Onasis belum memberi tanggapan.*

Penulis: Kornelius
Editor: Janopa Sihotang