Beranda News Hukum & Kriminal Pembunuh dan Pemerkosa Siswi SMP di Berandan Diringkus Polisi

Pembunuh dan Pemerkosa Siswi SMP di Berandan Diringkus Polisi

279
0
Pelaku saat diamankan pihak kepolisian. (f: Humas Polres Langkat)

Metro24jam.news – Sepekan melakukan penyelidikan tim gabungan Unit Reskrim Polsek Pangkalan Brandan dan Polres Langkat dibackup Polda Sumut, akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang siswi SMP.

Pelaku, FS (19) warga Jalan Bay Pass, Gang Bahari, Kelurahan Alur Dua Baru, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat diamankan Senin (27/6/22) malam, tak jauh dari kediamannya. Jenazah korban ditemukan membusuk di bekas sanggar pramuka, Komplek Pertamina RU II, Desa Puraka II, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

“Pelaku kita amankan ketika melintas menggunakan sepeda motor Honda Revo Obsolute warna hitam BK 6607 LL. Dia (FS) kita sergap setelah kita mencocokan ciri-ciri dan wajahnya. Sebab, sebelum ditemukam meninggal, pelaku sempat berboncengan dengan korban dan terekam dalam video CCTV,” ungkap Kasubag Humas Polres Langkat AKP Joko, Selasa (28/6/22) via seluler.

Selanjutnya pelaku diboyong ke Mapolsek Pangkalan Brandan guna penyelidikan lebih lanjut. “Ketika diintrograsi, terungkap dan diakui pelaku jika benar dirinya telah melakukan pembunuhan yang sebelumnya melakukan pemerkosaan terhadap korban, lalu meninggalkan korban begitu saja dengan kondisi cukup mengenaskan,” lanjut AKP Joko.

Menurut Joko, pihanya masih terus menggali keterangannya. “Antara korban dan pelaku memang memiliki kedekatan, dan sejauh ini dari keterangan pelaku, pembunuhan itu dilakukan seorang diri,” sebut Joko.

Pelaku sempat mencumbu dan ditolak korban, akhirnya korban dipukul dengan tangan hingga pingsan. Ketika pingsan itulah, korban disetubuhi pelaku, saat terbangun, korban menangis dan tidak terima dengan perbuatan pelaku. Dan atas alasan itulah membuat pelaku semakin ketakutan dan panik serta kembali memukul korban hingga pingsan lagi. Ironisnya, pelaku yang sudah melucuti sebagian pakaian korban kembali mengulangi perbuatan asusilanya.

Usai menggauli korban, pelaku lantas membunuh korban yang pingsan dengan menggunakan batu. Pukulan yang dilayangkan mengarah kening, kepala dan leher, hingga membuat korban meninggal dunia. Lalu pelaku pergi meninggalkan korban di semak-semak.

Hingga akhirnya, korban ditemukan oleh pengembala sapi sudah dalam kondisi membusuk pada Selasa (21/6/22) sekitar pukul 18.00 Wib. Korban ditemukan dalam posisi jasad terlentang memakai rok seragam sekolah tersingkap ke atas, dengan pakaian dalam yang sudah terbuka.

Wajah korban sudah tidak bisa dikenali karena rusak akibat pukulan yang dilakukan pelaku. Akhirnya identitas korban diketahui setelah ibu korban warga Sei Lepan, Kabupaten Langkat, memastikan jika jasad yang ditemukan adalah anaknya.*

Penulis: Die