Beranda Laka & Lantas Isak Tangis Iringi Kepergian Jenazah Korban Lakalantas Kereta Api

Isak Tangis Iringi Kepergian Jenazah Korban Lakalantas Kereta Api

311
0
Lokasi tempat pemakaman almarhum, salah seorang korban laka lantas kereta api. (f: die)

Metro24jam.news – Isak tangis dan duka yang mendalam melepas kepergian jenazah almarhum Syarifuddin (49), warga Dusun VIII Kampung Nangka, Kelurahan Ara Condong, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (24/6/22) sekitar jam 14.00 Wib.

Syarifuddin merupakan salah seorang korban (sopir) kecelakaan lalu lintas kereta api kontra mobil bus toyota Hi Ace, yang terjadi di seputaran Jalan umum Desa Lubuk Bayas-Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (23/6/22) lalu.

Kejadian yang memilukan tersebut diketahui pihak keluarga beberapa jam setelah kejadian laka lantas berlangsung, dan tidak ada pirasat tertentu terkait kepergian korban untuk selamanya, jenazah korban tiba dirumah duka pada Jumat (24/6/22) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Dirumah duka terlihat ratusan pelayat yang bertakziah, diketahui semasa hidupnya almarhum Syarifuddin yang akrab disapa Ucok memang orang yang baik, ramah serta selalu gemar membantu warga, almarhum juga aktif di lingkungan masyarakat serta lingkungan mesjid.

Kesehariannya almarhum diketahui memang berprofesi sebagai sopir, dan jasanya selalu dipergunakan konsumen, bahkan terkadang ia terpaksa menolak orderan untuk menyetir karena padatnya jadwal, hal tersebut dikarenakan kepiawaianya dalam menyetir, dan diketahui ia selalu waspada dalam berkendaraan.

Tidak hanya antar kota antar provinsi juga pernah dilintasi oleh almarhum membawa penumpang. “Kami merasa tidak percaya atas musibah yang dialami almarhum, karena saya dan keluarga beberapa kali ada berpergian bersama dirinya, kami merasa nyaman bersamanya dan dia selalu berhati-hati serta sangat sabar dalam berkendaraan, kami juga pernah lintas provinsi bersama dirinya,” ucap salah seorang tetangga yang pernah menggunakan jasa almarhum.

Almarhum diketahui meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, dua lelaki dan satu perempuan, dua diantaranya masih bersetatus pelajar, dan anak pertamanya masih mengikuti pendidikan kemeliteran Tentara Indonesia Angkatann Laut (TNI -AL) di Surabaya.*

Penulis: Die