Beranda News Pasang Telinga MUI Binjai: PMK jangan Turunkan Semangat Berkurban

MUI Binjai: PMK jangan Turunkan Semangat Berkurban

385
0
Peternakan Tabebuya di Jalan Rukam No. 9, Kecamatan Binjai Barat (f: ist)

Metro24jam.news – Meski saat ini maraknya informasi tentang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan kurban, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Binjai mengimbau masyarakat Muslim untuk tetap meningkatkan semangat ibadah kurban. Pasalnya, dengan berkurban memiliki nilai ibadah yang tinggi, baik bagi individu maupun kemasyarakatan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua MUI Kota Binjai Dr H.M Jamil MA, saat dikonfirmasi awak media, Senin (20/6/22). Menurutnya, secara individu kurban merupakan wujud ketaatan dan ketakwaan seorang hamba kepada Allah, karena perintah kurban tersebut berdasarkan Al-quran dan Sunnah.

Hal ini juga dijelaskan dalam Surat Al-Kautsar yang berbunyi, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah”.

“Dalam surat al-Kautsar, Allah SWT memerintahkan manusia untuk shalat dan berkurban sebagai bentuk mensyukuri nikmat Allah. Dengan berkurban, kita dapat berbagi kebahagiaan lebih banyak. Sebab daging kurban tidak dinikmati sendiri, melainkan kepada seluruh umat muslim,” ujar H.M Jamil.

Lebih lanjut, Dr H. M Jamil menjelaskan bahwa dalam kurban haruslah memberikan kurban yang terbaik. “Salahsatunya kriteria hewan yang layak kurban adalah cukup umur, matanya tidak buta, tidak cacat, tidak berpenyakit, dan hewan tidak sedang hamil/menyusui,” ungkapnya.

Ketua MUI Binjai juga menuturkan bahwa Ibadah kurban ini juga memberikan pelajaran dan pendidikan bahwa setiap manusia dalam kehidupannya harus memberikan yang terbaik, baik itu dengan tenaga maupun hartanya, “Dengan memberikan pengorbanan dan perjuangan sekaligus juga mengikis sifat dan penyakit penyakit hewani dalam diri manusia,” tutur Ketua MUI Binjai sembari mengajak umat muslim untuk melaksanakan kurban bagi yang mampu sesuai panduan yang telah ditetapkan.

Kabid Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota Binjai drh. Zefri mengatakan, PMK atau yang dikenal juga sebagai Penyakit Mulut dan Kuku disebabkan oleh virus Aphtaee Epizootecae.A. “Jenis hewan yang terserang penyakit PMK adalah Sapi kerbau Domba Rusa Babi Unta dan secara percobaan virus PMK menginveksi Kelinci Marmut hamater dan Tikus,” ujarnya.

Zefri menjelaskan bahwa PMK tidak menular kepada manusia, “Jadi manusia tidak masuk dalam kategori Zoonosis (penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia) dan daging ternak yang terkena PMK dapat dikonsumsi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zefri mengatakan, bahwa ciri ciri gejala hewan ternak yang terjangkit virus PMK adalah demam tinggi, pembengkakan, air liur yang berlebihan, adanya lepuh dan erosi sekitar mulut, lidah, gusi, kulit sekitar kuku dan puting ambing.

“PMK merupakan penyakit yang sangat menular kepada hewan ternak dimana dalam satu kandang bisa terjangkit, Tetapi tingkat kesembuhannya tinggi mencapai 100 persen apabila ditangani dengan cepat dan tepat,” ungkapnya.

Zefri juga menjelaskan bahwa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi penularan virus PMK adalah jika ada hewan ternak yang demam tinggi segera melaporkannya kedokter hewan atau dapat menghubungi petugas Puskeswan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai, Vaksinasi, Pengawasan Lalu Lintas ternak, upaya pencegahan agar kuman penyakit tidak masuk ke kandang (Bioscurity) pada kandang hewan sakit dipisahkan dan jangan dijual, tidak memotong hewan sakit, menjaga kebersihan kandang, alat dan orang yang menangani hewan.

“Petugas hanya bisa mengunjungi ternak yang melaporkan ternaknya sakit dan tidak dianjurkan mengunjungi atau mensurvey yang kandangnya masih sehat karena petugas dapat menjadi pembawa virus dari kandang ke kandang,” ungkapnya sembari mengatakan bahwa di Kota Binjai sendiri tercatat ada 28 ekor yang diduga terjangkit virus PMK.

Sementara itu, salah satu peternak sapi kurban yang di kota Binjai, Efendy Ibrahim mengatakan, telah melakukan sejumlah langkah pencegahan agar hewan ternak di peternakan Tabebuya yang dikelolanya aman dan bebas dari wabah. Hal ini menurutnya merupakan bentuk antisipasi munculnya wabah PMK pada hewan ternak yang terjadi beberapa bulan belakangan ini.

“Kriteria hewan ternak untuk kurban sangat berkaitan erat dengan tujuan kurban itu sendiri yaitu memberikan yang terbaik, Hewan kurban yang sehat dan tidak cacat sesuai syar’i menjadi prioritas utama kita dalam menyajikan hewan dalam menyambut hari raya Idul Adha tahun ini, Antisipasi yang kita lakukan sesuai arahan pemerintah untuk melakukan pencegahan, pengawasan dan pengendalian untuk memberikan proteksi kepada hewan ternak,” ujar Fendi Ibrahim saat ditemui di peternakan Tabebuya di Jalan Rukam No. 9, Kecamatan Binjai Barat, Senin (20/6/22).

Selain itu, Fendi menambahkan, kandang sapi kurban dipeternakannya selalu rutin dibersihkan bersamaan dengan hewannya. “Semua ini bentuk komitmen kita untuk menjaga kualitas hewan kurban,” imbuh Fendi.

Aspek penting lain yang perlu diperhatikan supaya peternak dapat menghasilkan hewan ternak kurban yang baik menurutnya adalah penampungan hewan kurban yang layak. Penampungan hewan kurban juga harus memperhatikan kesejahteraan hewan, seperti tempat yang nyaman bagi ternak istirahat, terhindar dari terik matahari dan terlindungi dari air hujan, juga memastikan ketersediaan pakan dan air minum yang selalu cukup bagi hewan ternak.

“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada sapi kurban kita yang terjangkit virus PMK, selain adanya pengawasan dan perawatan secara rutin oleh tim ahli kesehatan hewan, kita disini juga selalu menerapkan protokol kesehatan bagi siapa saja yang berkunjung dan kita juga menyiapkan CCTV untuk memudahkan kita dalam memantau hewan kurban itu sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, hewan ternak yang berada di alam liar berpotensi lebih rentan terkena penyakit dikarenakan tempat yang tidak nyaman dan pemberian pakan yang kurang rutin.

Ia juga menjelaskan, dalam rangka memudahkan para donatur dan dermawan yang ingin menunaikan ibadah kurban, perternakan Tabebuya siap membantu pekurban menyalurkan hewan kurbannya ke masyarakat yang membutuhkan sesuai syar’i hewan kurban itu sendiri.

“Jadi warga tidak perlu susah susah bolak balik ke kandang, ini kita lakukan guna sekaligus bisa menghindari penyebaran virus dari luar. Hal ini salah satu tujuannya adalah bentuk antisipasi dan memutus rantai penyebaran virus PMK ,” pungkasnya.*

Penulis: Solihin